Imam Muhammad Asy syatibi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF: KETENTUAN ZIHAR, IL'A, DAN LI'AN DALAM FIKIH KLASIK DAN APLIKASINYA DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) DI INDONESIA Imam Muhammad Asy syatibi
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Az Zawajir
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v6i1.482

Abstract

Penelitian ini membahas ketentuan zihar, il’a, dan li’an dalam fikih klasik serta aplikasinya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia. Ketiga persoalan ini merupakan bentuk penyimpangan relasi suami-istri yang telah diatur syariat Islam melalui Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para fuqaha. Dalam fikih klasik, zihar dipandang sebagai ucapan pengharaman sementara terhadap istri yang mewajibkan kafarat, il’a sebagai sumpah suami yang dibatasi maksimal empat bulan, dan li’an sebagai mekanisme penyelesaian tuduhan zina tanpa saksi yang berimplikasi pada perceraian permanen dan pemutusan nasab. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi komparatif antara pandangan fikih klasik dan ketentuan KHI terkait zihar, il’a, dan li’an. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan komparatif melalui studi kepustakaan terhadap kitab fikih klasik dan KHI. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan prinsip antara fikih klasik dan KHI, khususnya dalam menolak praktik yang menimbulkan kezaliman dalam rumah tangga. Namun, terdapat perbedaan dalam teknis prosedural dan implementasi, di mana KHI melakukan penyesuaian sesuai konteks hukum Indonesia. Hal ini menegaskan fungsi KHI sebagai bentuk kodifikasi hukum Islam yang kontekstual guna menjamin kepastian hukum sekaligus menjaga relevansi syariat Islam dalam hukum keluarga.
Fenomena Sosial dan Tingginya Angka Cerai Gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru: Analisis dengan Teori Konflik Sosial Imam Muhammad Asy syatibi
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Az Zawajir
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v6i2.514

Abstract

Fenomena meningkatnya angka cerai gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru menjadi isu sosial yang perlu dianalisis secara mendalam. Cerai gugat, yang mayoritas diajukan oleh pihak istri, mencerminkan adanya dinamika relasi sosial dalam rumah tangga yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor sosial yang melatarbelakangi tingginya angka cerai gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru dengan menggunakan kerangka Teori Konflik Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan hakim, serta studi dokumen Laporan Tahunan Badilag dan Pengadilan Agama Pekanbaru dalam kurun waktu 2022–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab cerai gugat meliputi persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, dan perbedaan prinsip hidup. Temuan ini menguatkan asumsi teori konflik bahwa relasi suami-istri kerap ditandai oleh ketimpangan kekuasaan dan pertentangan kepentingan, yang pada akhirnya mendorong pihak perempuan untuk mengajukan gugatan cerai. Kesimpulannya, cerai gugat di Pengadilan Agama Pekanbaru bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga fenomena sosial yang merefleksikan dinamika konflik dalam institusi keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan fungsi mediasi di Pengadilan Agama, serta peningkatan edukasi pranikah sebagai upaya pencegahan konflik rumah tangga.