Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT FATHMA MEDIKA: RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND BLOOD SUGAR LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT FATHMA MEDIKA HOSPITAL Kurniawan, Juli Adhy Sony
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1030

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that can be caused by impaired insulin secretion, resistance to peripheral insulin action, or both. Chronic hyperglycemia can cause damage to various organ systems, leading to the development of disabling and life-threatening health complications. The most prominent complications are microvascular complications (retinopathy, nephropathy, and neuropathy) and macrovascular complications that cause a 2- to 4-fold increase in the risk of cardiovascular disease. This research method is a quantitative study with a cross-sectional design conducted at Fathma Medika Hospital, Gresik Regency in September 2025. The sample numbered 30 people. Data collected included measurements of body weight and height of patients and data on patient blood sugar results using a GDA stick. The results of this study showed that 12 respondents with a normal BMI had abnormal fasting blood glucose levels, then 6 respondents with overweight BMI and 5 respondents with obesity. After conducting the Spearman Rank test, the p value was 0.956 (p > 0.05) so it can be seen that there is no significant relationship between body mass index and fasting blood sugar levels in Type 2 Diabetes Mellitus sufferers at Fathma Medika Hospital. AbstrakDiabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang dapat disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap kerja insulin perifer, atau keduanya. Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai sistem organ, yang berujung pada perkembangan komplikasi kesehatan yang melumpuhkan dan mengancam jiwa. Komplikasi yang paling menonjol adalah komplikasi mikrovaskular (retinopati, nefropati, dan neuropati) dan makrovaskular yang menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular hingga 2 hingga 4 kali lipat. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Fathma Medika kabupaten Gresik pada bulan September 2025. Sampel berjumlah 30 Orang. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran berat badan beserta tinggi badan pasien dan data hasil gula darah pasien dengan menggunakan alat stick GDA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan IMT normal memiliki kadar glukosa darah puasa yang tidak normal sebanyak 12 responden, selanjutnya IMT berat badan berlebih sebanyak 6 responden dan obesitas sebanyak 5 responden. Setelah dilakukan uji dengan Rank Spearman menunjukkan bahwa hasil r = -.019 dengan p value 0.956 (p > 0.05) sehingga dapat diketahui bahwa tidak hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Fathma