Zulia Nela Aziza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pesantren dalam Membangun Budaya Multikultural: Studi Kasus Toleransi di Masyarakat Indonesia Dini Syarifah; Zulia Nela Aziza; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6192

Abstract

Fenomena meningkatnya intoleransi di tengah masyarakat Indonesia menjadi tantangan nyata bagi lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, yang selama ini dikenal sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam membangun budaya multikultural melalui praktik toleransi di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menelusuri bagaimana pola pendidikan, tradisi, serta interaksi sosial di pesantren berkontribusi pada terciptanya sikap saling menghormati antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi lembaga keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang menanamkan nilai inklusivitas, keterbukaan, dan dialog lintas budaya melalui kegiatan keagamaan, pembelajaran, serta keteladanan kiai dan santri. Kesimpulannya, pesantren berperan strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik berbasis perbedaan identitas. Implikasinya, model pendidikan pesantren dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat pendidikan multikultural di Indonesia.
Edukasi Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak pada Siswa Kelas I,II,III,IV, V, dan VI SD Negeri Sedayu Andri; Muhammad Zaenaldi Musthofa; Nur Kholifah; Vivi Nurin Fatimah; Zulia Nela Aziza; Rifqi Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7078

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan peningkatan penggunaan gadget di kalangan anak sekolah dasar membawa tantangan signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan gadget berlebihan dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pengetahuan serta perilaku sosial-emosional siswa kelas I,II,III,IV, V, dan VI di SD Negeri Sedayu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Januari 2026, dengan melibatkan 117 siswa, menggunakan metode edukasi berbasis media interaktif berupa PowerPoint dan video animasi, serta didampingi guru dan mahasiswa. Materi edukasi mencakup dampak negatif penggunaan gadget berlebihan, termasuk ketergantungan, gangguan interaksi sosial, penurunan kontrol emosi, serta strategi untuk mengurangi kecanduan gadget melalui pengaturan waktu, bermain bersama teman, dan interaksi dengan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan. Mayoritas siswa (67%) masuk kategori “Sangat Baik” dalam post-test, sementara kategori “Rendah” menurun secara drastis. Monitoring perilaku siswa selama dan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif, seperti peningkatan kemampuan mengendalikan penggunaan gadget dan interaksi sosial yang lebih baik. Edukasi dengan media interaktif terbukti efektif dalam menyampaikan materi secara menarik, mudah dipahami, dan membentuk sikap positif terhadap penggunaan gadget. Kegiatan ini juga berperan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan perkembangan sosial-emosional dan dampak negatif gadget pada fungsi otak, khususnya pre-frontal cortex, yang berhubungan dengan kontrol diri, pengambilan keputusan, dan nilai-nilai moral. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan sosial-emosional siswa, sekaligus mendorong pengelolaan penggunaan gadget secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi berbasis media interaktif merupakan strategi efektif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak di era digital.