Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRAUMA OCULI PERFORASI: CASE REPORT Fortuna, Junitria
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.2092

Abstract

Trauma oculi Perforasi suatu kondisi kegawatdaruratan pada mata ditandai dengan adanya riwayat trauma, disertai penurunan penglihatan yang ekstreme dan mendadak. Penanganan lebih dari 24 jam menyebabkan kebutaan. Kondisi ini dipengaruhi akibat trauma tumpul dan trauma tajam.Deskripsi Kasus, Pasien perempuan berusia 21 tahun datang ke poliklinik mata dengan keluhan nyeri mata kiri sejak 12 jam sebelum ke rumah sakit. keluhan dirasakan setelah terkena peer ayunan bayi yang terpental, disertai penurunan penglihatan yang ekstreme dan mendadak, keluarnya gumpalan berwarna cokelat, mata merah dan mata berair. Kesimpulan, Gambaran klinis pada Trauma Oculi Perforasi adalah nyeri pada mata, Hifema, penurunan penglihatan yang mendadak dan ekstreme, fotophobia, mata merah, mata berair (keluarnya cairan aqueous humor), nyeri kepala dan terasa mengganjal pada mata. Terapi yang dapat diberikan monitoring tekanan intra-oculi, Bedrest head elevation 30o, pemberian antibiotik topikal dan tindakan penjahitan iris/kornea hingga eviserasi/enukleasi.