Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan LKPD praktikum dan pengamatan pada materi Sistem Organ Tubuh Manusia di kelas VI SD Negeri 012 Kuaro, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, keterampilan proses, dan sikap ilmiah siswa melalui penerapan model tersebut. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VI SD Negeri 012 Kuaro tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, lembar observasi keterampilan proses, dan angket sikap ilmiah. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan LKPD praktikum dan pengamatan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 63,5 pada pra-siklus menjadi 86,1 pada siklus II, dengan ketuntasan klasikal naik dari 35,7% menjadi 92,8%. Keterampilan proses ilmiah siswa juga meningkat dari kategori “cukup baik” menjadi “sangat baik”, sementara sikap ilmiah siswa meningkat dari 70,8 menjadi 92,2. Kegiatan praktikum dan pengamatan langsung membantu siswa memahami konsep sistem organ tubuh manusia secara konkret dan bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dengan dukungan LKPD praktikum dan pengamatan efektif dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan proses, dan sikap ilmiah siswa kelas VI pada materi sistem organ tubuh manusia.