Martin Paskal Giovani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Chronic Kidney Disease pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Martin Paskal Giovani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. DM merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan di Indonesia. Peningkatan jumlah pasien diabetes yang cukup besar pada tahun-tahunmendatang dengan kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Angka kesakitan dan kematian pada DM meningkat di berbagai negara, hal ini selain dikaitkan dengan insidensi yang sangat cepat meningkat dan progresivitas penyakitnya juga disebabkan faktor ketidaktahuan baik penderita maupun dokter sendiri, atau penderita pada umumnya datang sudah disertai dengan komplikasi yang lanjut dan berat. Hiperglikemia ini dihubungkan dengan kelainan pada disfungsi endotel, sebagai cikal bakal terjadinya mikroangiopati maupun makroangiopati. Komplikasi makrovaskuler antara lain yaitu penyakit jantung koroner/stroke/ dislipidemia, penyakit pembuluh darah perifer, dan hipertensi. Kompilasi mikroangiopati antara lain yaitu retinopati, nefropati, dan neuropati. Nefropati diabetik DM tipe 2, merupakan penyebab nefropati paling banyak sebagai penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD). Kerusakan ginjal yang spesifik pada DM mengakibatkan perubahan fungsi penyaring, sehingga molekul-molekul besar seperti protein dapat lolos ke dalam kemih (albuminuria). Simpulan, diabetes mellitus dapat berkomplikasi menjadi nefropati diabetika hingga berakhir menjadi kegagalan ginjal. [J Agromed Unila 2015;2(3):242-247]Kata kunci: chronic kidney disease, diabetes mellitus, nefropati diabetikum
Komplikasi Malaria Berat pada Infeksi Plasmodium vivax Jhons Fatriyadi Suwandi; Martin Paskal Giovani; Ronald David Martua N
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh parasit protozoa genus  Plasmodium dan ditularkan pada manusia oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang bertindak sebagai vektor malaria. Seorang wanita berusia 19 tahun datang ke UGD Rumah Sakit Jendral Ahmad Yani Metro dengan keluhan utama demam sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Demamnya memiliki pola intermitten yang disertai menggigil. Keluarga pasien mengatakan sudah pernah dirawat di RS selama 5 hari dengan diagnosis akhir viral infection. Pasien mengaku sering naik gunung dan terakhir kali naik gunung 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 104 x/menit, pernapasan 24 x/menit, suhu 38,8oC, dan didapatkan splenomegali. Pada pemeriksaan SADT didapatkan hasil yaitu ditemukannya anemia dan Plasmodium vivax. Pada pasien dilakukan terapi berupa artesunat 2,4 mg/kgBB/12 jam, obat-obatan simtomatik, transfusi PRC dan terapi cairan berupa infus RL 2000 cc/ 24 jam. Pasien diperbolehkan pulang pada hari ke tujuh perawatan dengan obat pulang ACT oral dan obat-obatan simtomatik. Simpulan, komplikasi malaria berat dapat terjadi pada infeksi Plasmodium vivax dan pengobatan dengan menggunakan artesunat injeksi yang dilanjutkan dengan ACT oral cukup efektif. Kata kunci: malaria berat, plasmodium vivax