Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kecacingan Pada Anak Nahdia Fadhila
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% dari populasi manusia di dunia terinfeksi kecacingan, khususnya usia anak pra sekolah sebesar 270 juta anak dan usia anak sekolah dasar sebesar lebih dari 600 juta anak. Prevalensi kecacingan masih relatif tinggi yaitu sebesar 32,6% dan di dominasi oleh Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Hookworm, Strongyloides, Necator americanus. Penyakit yang sering terjadi ini sangat mengganggu tumbuh kembang anak. Sehingga sangat pentinguntuk mengenali dan mencegah penyakit kecacingan pada anak sejak dini. Gangguan yang ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai berat bahkan sampai mengancam jiwa. Adanya Ascaris lumbricoides dalam usus halus dapat menyebabkan kelainan mukosa usus, berupa proses peradangan pada dinding usus, pelebaran dan memendeknya villi, bertambah panjangnya kripta, menurunnya rasio villus kripta dan infiltrasi sel bulat ke lamina propria, yang berakibatpada gangguan absorpsi makanan. Sebagian kelainan ini dapat kembali normal bila cacing dikeluarkan. Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan penyuluhan dan pemberian pengobatan kepada penderita. [J Agromed Unila 2015;2(3):347-350]Kata kunci: antihelminth, Ascaris lumbricoides, kecacingan, sanitasi