Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SASTRA BANDINGAN PADA PEPACCUR LAMPUNG DAN TAHULI GORONTALO DALAM UPACARA PEMBERIAN GELAR ADAT Nadila Ayu Putri; Nur Hikmawati Adinda; Rahmat Prayogi; Bambang Riadi
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2024): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the comparison between two types of traditional Indonesian poetry, Pepaccur Lampung and Tahuli Gorontalo, in the context of traditional title awarding ceremonies. This research aims to compare the theme, tone, message and function of the two types of poetry in traditional ceremonies. Using a comparative literary analysis approach, this research analyzes the differences and similarities between Pepaccur and Tahuli and explores the cultural implications contained in both. The qualitative descriptive analysis method was used in this research. Non-participant observation techniques and literature studies were used to collect data. The results of the analysis are presented using informal techniques, namely word formulation techniques. The findings of this research provide deeper insight into the diversity of traditional Indonesian literature and the role of poetry in strengthening local cultural identity.   Penelitian ini menganalisis perbandingan antara dua jenis puisi tradisional Indonesia, Pepaccur Lampung dan Tahuli Gorontalo, dalam konteks upacara pemberian gelar adat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tema, nada, amanat dan fungsi kedua jenis puisi tersebut dalam upacara adat. Dengan menggunakan pendekatan analisis sastra komparatif, penelitian ini menganalisis perbedaan dan kesamaan antara Pepaccur dan Tahuli serta menggali implikasi budaya yang terkandung dalam keduanya. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik observasi non partisipan dan studi literatur digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil analisis disajikan dengan menggunakan teknik informal yaitu teknik perumusan kata. Temuan penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang keragaman sastra tradisional Indonesia dan peran puisi dalam memperkuat identitas budaya lokal.
IDENTIFIKASI STILISTIKA PADA ASPEK BUNYI IRAMA DALAM WAWANCAN/PUISI LAMPUNG "BANYU/ WAY" KARYA SUKU ABUNG Nadila Ayu Putri
Wiyata Budaya: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): Wiyata Budaya
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/wiyatabudaya.v2i2.1196

Abstract

Stylistics is intended to explain something that exists in the world of literature and to explain the artistic function, the function of beauty, in other words, stylistics explains the function of beauty in the use of language forms in poetry. Rhythm is the regular alternation of length, short, ups and downs and loudness and softness of spoken sounds. Data collection on aspects of sound. In poetry, it is not only to obtain a poetic effect in the form of poetry, but also to have other effects, for example the effect of beauty in the form of rhythmic sound, orchestration, melody. Apart from rhyming, the arrangement of words in a line of poetry can create a melodic, rhythmic sound and that will make the poem more beautiful, like a song. The aim of this research is to find out the sound aspect of the rhythm in the poem "BANYU/ WAY" by SUKU ABUNG. The data collection method uses the literature review method as a first step in preparing a research framework in order to obtain similar information through books, journals, literature or magazines. Results of this research Poetry can attract a lot of interest from readers and listeners, not only to see, read and hear, but also to interpret the contents of the poetry. Stilistika dimaksudkan untuk menerangkan sesuatu yang ada didalam dunia kesastraan dan untuk menerangkan fungsi arsitik, fungsi keindahan dengan kata lain stilistika menjelaskan fungsi keindahan dalam penggunaan bentuk bahasa dalam puisi .Irama merupakan pergantian panjang pendek, turun naik dan keras lembutnya ucapan bunyi secara teratur Pendataan aspek bunyi pada puisi tidak hanya untuk memperoleh efek kepuitisan yang berwujud persajakan saja, tetapi mempunyai efek efek lain contohnya efek keindahan berwujud keritmisan bunyi,orkestrasi,melodius. Selain bersajak, susunan kata didalam larik puisi itu dapat membuat suara yang melodis, ritmis dan itu akan membuat puisi menjadi lebih indah seperti nyanyian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aspek bunyi pada irama dalam puisi "BANYU/ WAY" karya SUKU ABUNG. Metode pengumpulan data menggunakan metode kajian kepustakaan untuk sebagai langkah awal menyiapkan kerangka penelitian agar memperoleh informasi yang sejenis melalui buku,jurnal ,literatul atau majalah. Hasil dari penelitian ini puisi dapat menarik banyak minat para pembaca serta pendengar bukan hanya sekedar untuk melihat,membaca dan mendengar saja tapi ingin mengartikan isi dari puisinya.