Berlian Pancarrani
Tadris Bahasa Indonesia, UIN Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Tindak Tutur Perlokusi pada Lirik Lagu Dealova oleh Once Mekel Nur Aulia Azzahra; Farida Yufarlina Rosita; Berlian Pancarrani
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i1.784

Abstract

The purpose of this study is to describe the forms of locutionary acts in the lyrics of Dealova by Once Mekel and analyze the emotional impact of the lyrics on listeners as a form of locutionary act. The research method used is qualitative descriptive research with data collection techniques using the observation and note-taking method. The results of this study show that the classification of perlocutionary acts in the song Dealova can be found, among others, in the form of perlocutionary acts of hope, pity, and specialness. Each of these three perlocutionary acts has a different effect depending on the song lyrics that serve as data. The illocutionary act of hope evokes a sense of longing. The illocutionary act of pity evokes sympathy. And the illocutionary act of privilege evokes a special effect. The conclusion of this study is the identification of illocutionary acts in the lyrics of the song Dealova and the specific effects they evoke in listeners and viewers of this song. Tujuan dari penelitian ini yakni mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur perlokusi dalam lirik lagu Dealova oleh Once Mekel dan menganalisis dampak emosional yang ditimbulkan oleh lirik lagu tersebut terhadap pendengar sebagai bentuk tindak tutur perlokusi. Metode penelitian yang digunakan melalui penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah metode simak dan catat. Hasil dari penelitian ini yakni pengklasifikasian tindak tutur perlokusi pada lagu Dealova dapat ditemukan antara lain perlokusi harapan, perlokusi iba, dan perlokusi keistimewaan. Masing-masing dari ketiga hasil perlokusi tersebut memberikan efek berbeda-beda sesuai lirik lagu yang menjadi data. Perlokusi harapan menimbulkan efek penuh angan. Perlokusi iba menimbulkan efek simpati. Dan perlokusi istimewa menimbulkan efek khusus. Kesimpulan dari penelitian ini yakni ditemukannya tindak tutur perlokusi pada lirik lagu Dealova serta efek tertentu yang ditimbulkan kepada pendengar maupun pemirsa lagu ini.
Pragmatik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Yudha Dwi Purwanti; Farida Yufarlina; Berlian Pancarrani
Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2025): Saka Bahasa: Jurnal Sastra, Bahasa, Pendidikan, dan Budaya
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sakabahasa.v2i1.785

Abstract

This study emphasizes that learning Indonesian should include the use of language in a social context, not just grammar and vocabulary. The purpose of the study is to explain the importance of pragmatic aspects in language teaching and how this improves students' communication skills. The method used is interviews, which show that pragmatic elements such as speech acts and politeness principles can improve the effectiveness of students' communication. Interviews show that understanding pragmatics helps students convey messages appropriately and politely. In addition, learning strategies involving simulations and digital media encourage students to think critically and understand hidden meanings. This study emphasizes the importance of contextual teaching strategies to support students' communication skills in everyday life and academics. Penelitian ini menekankan bahwa belajar Bahasa Indonesia harus mencakup penggunaan bahasa dalam konteks sosial, bukan hanya tata bahasa dan kosakata. Tujuan kajian adalah menjelaskan pentingnya aspek pragmatik dalam pengajaran bahasa dan bagaimana hal ini meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Metode yang digunakan adalah wawancara, yang menunjukkan bahwa elemen pragmatik seperti tindak tutur dan prinsip kesantunan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi siswa. Wawancara menunjukkan bahwa pemahaman pragmatik membantu siswa menyampaikan pesan dengan tepat dan sopan. Selain itu, strategi pembelajaran yang melibatkan simulasi dan media digital mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami makna tersembunyi. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pengajaran kontekstual untuk mendukung keterampilan komunikasi siswa di kehidupan sehari-hari dan akademik.