Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Pelayanan Angkutan Kota Koperasi Wahana Kalpika Propinsi DKI Jakarta terhadap Sistem Transportasi Nasional SH, MM, Nur Achmad Jabrial
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i1.9

Abstract

Pelayanan angkutan kota khususnya di Provinsi DKI Jakarta mengacu kepada Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 49 Tahun 2005 yang merupakan tatanan transportasi yang terorganisasi secara kesisteman untuk dijadikan sebagai pedoman dan landasan dalam perencanaan, pembangunan, penyelenggara- an transportasi guna mampu mewujudkan pelayanan transportasi yang efektif dan efisien. Koperasi Wahana Kalpika (KWK) wadah usaha angkutan umum/kota bis kecil (Angkot) yang keberadaannya telah memberikan andil terhadap jasa pelayanan umum. KWK menghimpun 3.500 anggota dengan mengelola 6.238 unit armada, 1.125 unit sudah tergabung Mikrotrans Jaklingko sisanya masih reguler yang memberi jasa layanan di 81 trayek se- DKI Jakarta. Unit usaha armada KWK dalam pelaksanan operasionalnya diperlukan adanya evaluasi atas tingkat pelayanan yang diberikan agar sesuai dengan (Sistranas). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi tingkat pelayanan KWK apakah telah sesuai Sistem Transportasi Nasional serta faktor penghambatnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang bersifat eksploratif. Teknik analisa data bersifat subjektif dengan melakukan observasi atau pengamatan dilakukan secara berkelanjutan. Untuk pengolan data dengan kategorisasi data, penyajian data sampai kepada penarikan kesimpulan. Pelaksanaan evaluasi tingkat pelayanan KWK terhadap Sistranas berjalan sesuai Peraturan Perundang undangan, memberikan pelayanan secara maksimal untuk mencapai efektif dan efisien bagi pengguna layanannya diukur berdasarkan evaluasi yang di lakukan oleh tim pengawas KWK secara Internal maupun ada pihak auditor eksternal. Hasil evaluasi yang dilakukan KWK terus berbenah meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam memberikan layanannya berkomitmen. Faktor penghambat yaitu pada layanan reguler terdapat unit armada yang usianya sudah tidak boleh beroperasi, dengan surat-surat sudah tidak berlaku, unit-unit ini dipaksa beroperasi pada jalur trayeknya tetapi pada jam tertentu dan tidak sampai jalan raya untuk menghindari pengawasan dari KWK dan Dinas Perhubungan. Kata Kunci: Evaluasi Tingkat Pelayanan, Sistem Transportasi Nasional.
ANALISIS PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AWAK ANGKUTAN UMUM MIKROTRANS DI DKI JAKARTA SH, MM, Nur Achmad Jabrial
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i3.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan efektivitas pendidikan dan pelatihan bagi awak angkutan umum Mikrotrans di DKI Jakarta. Penelitian dilakukan pada tanggal 16-18 Maret 2023 menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 21 responden, termasuk Pimpinan dan Anggota Komite/Lembaga/Organisasi Pemerintah serta Koperasi Perusahaan Angkutan Umum sebagai Operator Mikrotrans di DKI Jakarta. Data yang diperoleh dari kuesioner mengungkapkan bahwa terdapat beberapa indikator yang menunjukkan bahwa efektivitas pendidikan dan pelatihan bagi awak angkutan umum Mikrotrans masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa temuan penting: Ketepatan waktu Diklat: Sebanyak 20,62% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum menerapkan ketepatan waktu dalam Diklat. Target pencapaian Diklat: Sebanyak 28,55% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum mencapai target Diklat. Penerapan hasil Diklat: Sebanyak 20,62% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum menerapkan hasil Diklat dengan baik. Manfaat Diklat: Sebanyak 23,80% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum memanfaatkan Diklat secara maksimal. Prestasi kerja setelah mengikuti Diklat: Sebanyak 31,73% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum mencapai prestasi kerja yang diharapkan setelah mengikuti Diklat. Perilaku baik pasca mengikuti Diklat: Sebanyak 30,14% awak pengemudi angkutan umum Mikrotrans belum menunjukkan perilaku yang baik setelah mengikuti Diklat. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, disarankan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam program pendidikan dan pelatihan bagi awak angkutan umum Mikrotrans di DKI Jakarta. Upaya perbaikan dapat dilakukan dengan meningkatkan ketepatan waktu Diklat, mengidentifikasi dan memenuhi target pencapaian Diklat, memperbaiki penerapan hasil Diklat, meningkatkan manfaat Diklat, meningkatkan prestasi kerja setelah mengikuti Diklat, dan mendorong perilaku yang baik pasca Diklat. Dengan demikian, diharapkan efektivitas pendidikan dan pelatihan bagi awak angkutan umum Mikrotrans dapat ditingkatkan, sehingga memberikan kontribusi yang lebih baik dalam meningkatkan keselamatan, kelancaran, kenyamanan, kehandalan, dan pelayanan publik di DKI Jakarta. Kata Kunci: Efektifitas Pendidikan dan Pelatihan, Awak Angkutan Umum.