Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan kedua pemeriksaan armada kapal tersebut pada PT. Samugara Artajaya. Manajemen Perawatan Kapal dalam arti luas, adalah tindakan-tindakan dari para Manajer (perwira laut), yang meliputi segala macam kegiatan ditujukan untuk menjaga agar Kapal selalu berada dalam kondisi laik laut (Sea Worthyness), memenuhi seluruh persyaratan International Maritime Organization (IMO). Laik laut atau laik operasi adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan kapal untuk berlayar di perairan tertentu. Semua kapal di seluruh dunia, dipersyaratkan harus menggunakan jasa pemeriksaan dan pemantauan oleh Badan Klasifikasi Internasional atau Nasional, karena hal ini berkenaan dengan kepentingan asuransi kapal, pemilik kapal, penyewa kapal, dan keselamatan kapal itu sendiri. Indikator variabel, pemeriksaan lambung meliputi seluruh pelat diatas air, pelat geladak cuaca, ambang dan peralatan palka diatas geladak terbuka dan didalam bangunan atas terbuka atau rumah geladak terbuka dan (side port, cargo port, pintu rampa depan, samping dan belakang dan visor depan dan tingkap sisi dibawah geladak lambung timbul atau geladak bangunan atas tertutup dll, sedangkan indikator variabel pemeriksaan mesin meliputi mesin penggerak utama, mesin transmisi tenaga, sistem poros, mesin penggerak selain mesin penggerak utama, ketel, pemanas minyak panas, pembakar sampah, bejana tekan, pemesinan bantu, sistem pipa, sistem kontrol, instalasi listrik, papan hubung utama dll. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh armada kapal PT. Samugara Artajaya yang berjumlah delapan (8) kapal. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak jumlah populasi yaitu delapan (8) kapal. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non-parametrik uji tanda sederhana dan uji pangkat bertanda atau lebih dikenal uji pangkat bertanda Wilcoxon. Hasil analisis, sampai sejauh ini pemeriksaan yang dilakukan perusahaan telah sebaik mungkin untuk mencapai standarisasi klasifikasi yang telah dikerjakan dalam kurun 2 tahun belakangan ini dan pemeriksaan pembanding yang dilakukan Badan Klasifikasi menunjukan terdapat perbedaan dimana pemeriksaan yang dilakukan perusahaan lebih kecil dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Klasifikasi Indonesia. Kesimpulan penelitian ini, Bahwa secara rata-rata pemeriksaan lambung dan mesin yang dilakukan oleh PT. Samugara Artajaya belum mencapai maksimal yang diinginkan Standar Klasifikasi Indonesia. Kata Kunci: Standarisasi Klasifikasi Armada Kapal