Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman pada SMK Pelayaran Dewa Ruci dalam Menghadapi Tantangan Sumber Daya Manusia Kepelautan SE, MM., Syafril Zulmaidi
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i2.13

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tujuannya untuk menggambarkan keadaan atas fenomena yang terjadi di lapangan menggunakan analisis deskriptif dan SWOT analisis, objek dalam penelitian ini mewawancarai sebanyak 20 siswa/taruna SMK Pelayaran Dewaruci yang sedang mengikuti ujian kepelautan ahli nautika tingkat IV (ANT-IV). Latar belakang dalam penelitian ini terkait dengan fenomena kebutuhan sumber daya manusia dibidang kepelautan yang menghadapi persaingan baik secara internal di dalam negeri maupun secara eksternal di luar negeri, Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan kajian matriks SWOT pada lembaga SMK Pelayaran Dewaruci dalam menghadapi tantangan sumber daya manusia kepelautan. Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian, sedankan sumber daya manusia kepelautan adalah sumber daya yang mengambil alih semua fungsi manajemen transportasi mulai dari perencanaan, komando, pemeliharaan, dan pengawasan aktivitas. Strategi SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threaths) ini diperkenalkan oleh Hunger & Wheelen yang merupakan pengembangan strategi yang disusun oleh Ansoff dengan menambahkan pemanfaatan Internal Factors Analysis Summary (IFAS) dan External Factors Analysis Summary (EFAS), strategi ini memanfaatkan faktor kunci yang bersifat kualitatif tetapi yang akhirnya di kuantitatifkan dengan pembobotan dan peringkat (rating). Hasil analisis Mengambarkan Kekuatan yang dimiliki Pada SMK Pelayaran Dewaruci dimana 5 faktornya yaitu Financial yayasan, Guru kejuruan berstandar Internasional, Sarana dan Prasarana, Memperoleh ISO 9001:2015, Akreditasi A dan Approval Perhubungan Laut mampu mengurangi kelemahan yaitu Peralihan siswa dari umum ke kejuruan, financial siswa, Bahasa Inggris (Internasional), Proses pembelajaran yang lama, Ego sektoral antar dinas pendidikan dan perhubungan laut, mampu memanfaatkan peluang yaitu Pangsa pasar tenaga pelaut Indonesia, Pangsa pasar tenaga pelaut Internasional, Bekerja sama dengan perusahaan pelayaran, SMK Pelayaran 10 besar peluang kerja yang dicari, Respon positif masyarakat terhadap lembaga pendidikan, dan mampu mengatasi ancaman yaitu Persaingan dengan pelaut Filipina, Persaingan dengan lembaga pendidikan pelayaran negeri, Persaingan harga dengan lembaga pendidikan pelayaran lainnya (swasta), Lembaga pendidikan lain memegang pangsa pasar besar, Kurangnya dukungan pemerintah dalam promosi pelaut Indonesia pada SMK pelayaran Dewaruci dan pada matriks internal-eksternal (IE) menunjukkan bahwa kondisi SMK Pelayaran Dewaruci berada pada pada sel 5, pada sel 5 di matriks internal-eksternal (IE) mendapatkan nilai diantara 2 sampai 3 dalam posisi sedang (rata-rata) dan peluang yang ditawarkan juga sedang, dalam posisi tersebut SMK Pelayaran Dewaruci dapat menerapkan konsentrasi pertumbuhan melalui integrasi horizontal yaitu dengan cara meningkatkan kualitas kompetensi taruna/i. Simpulan penelitian ini, Berdasarkan Matrik Internal Eksternal (IE) dan Matriks SWOT posisi SMK Pelayaran Dewaruci konsentrasi pada strategi pertumbuhan melalui intregasi horizontal dengan meningkatkan kualitas kompetensi taruna/I untuk mencapai maksimal. Kata Kunci : Tantangan Sumber Daya Manusia Kepelautan
ANALISIS STANDARISASI KLASIFIKASI ARMADA KAPAL PADA PT. SAMUGARA ARTAJAYA SE, MM., Syafril Zulmaidi
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i3.19

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan kedua pemeriksaan armada kapal tersebut pada PT. Samugara Artajaya. Manajemen Perawatan Kapal dalam arti luas, adalah tindakan-tindakan dari para Manajer (perwira laut), yang meliputi segala macam kegiatan ditujukan untuk menjaga agar Kapal selalu berada dalam kondisi laik laut (Sea Worthyness), memenuhi seluruh persyaratan International Maritime Organization (IMO). Laik laut atau laik operasi adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan kapal untuk berlayar di perairan tertentu. Semua kapal di seluruh dunia, dipersyaratkan harus menggunakan jasa pemeriksaan dan pemantauan oleh Badan Klasifikasi Internasional atau Nasional, karena hal ini berkenaan dengan kepentingan asuransi kapal, pemilik kapal, penyewa kapal, dan keselamatan kapal itu sendiri. Indikator variabel, pemeriksaan lambung meliputi seluruh pelat diatas air, pelat geladak cuaca, ambang dan peralatan palka diatas geladak terbuka dan didalam bangunan atas terbuka atau rumah geladak terbuka dan (side port, cargo port, pintu rampa depan, samping dan belakang dan visor depan dan tingkap sisi dibawah geladak lambung timbul atau geladak bangunan atas tertutup dll, sedangkan indikator variabel pemeriksaan mesin meliputi mesin penggerak utama, mesin transmisi tenaga, sistem poros, mesin penggerak selain mesin penggerak utama, ketel, pemanas minyak panas, pembakar sampah, bejana tekan, pemesinan bantu, sistem pipa, sistem kontrol, instalasi listrik, papan hubung utama dll. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh armada kapal PT. Samugara Artajaya yang berjumlah delapan (8) kapal. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak jumlah populasi yaitu delapan (8) kapal. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non-parametrik uji tanda sederhana dan uji pangkat bertanda atau lebih dikenal uji pangkat bertanda Wilcoxon. Hasil analisis, sampai sejauh ini pemeriksaan yang dilakukan perusahaan telah sebaik mungkin untuk mencapai standarisasi klasifikasi yang telah dikerjakan dalam kurun 2 tahun belakangan ini dan pemeriksaan pembanding yang dilakukan Badan Klasifikasi menunjukan terdapat perbedaan dimana pemeriksaan yang dilakukan perusahaan lebih kecil dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Klasifikasi Indonesia. Kesimpulan penelitian ini, Bahwa secara rata-rata pemeriksaan lambung dan mesin yang dilakukan oleh PT. Samugara Artajaya belum mencapai maksimal yang diinginkan Standar Klasifikasi Indonesia. Kata Kunci: Standarisasi Klasifikasi Armada Kapal