Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Masalah-masalah yang berhubungan dengan Pengangkutan Barang melalui Laut Antara Kapal Tradisonal dan Otonom Dr. M.Pd. MM., Mardiana
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v2i2.15

Abstract

Saat melakukan pengangkutan barang melalui laut, masing-masing pihak yang berkontrak, pemilik kapal dan penyewa, memiliki sejumlah hak dan kewajiban. Dalam sumber hukum yang mengatur pengangkutan barang melalui laut, khususnya kontrak antara para pihak, konvensi internasional dan hukum nasional, klausula baku adalah kewajiban pemilik kapal untuk menyediakan kapal yang layak laut. Kewajiban tersebut mengandung arti bahwa kapal harus mampu mengangkut dan menjaga muatan yang diperjanjikan dalam keadaan baik dan juga memiliki jumlah awak kapal yang memenuhi syarat. Di sisi lain, kewajiban penyewa adalah memerintahkan kapal untuk berlayar ke pelabuhan/berlabuh yang dianggap aman (safe port warranty). Juga, sumber hukum pengangkutan barang melalui laut mengatur masalah tanggung jawab untuk operasi bongkar muat, batasan tanggung jawab pemilik kapal dan penerapan ketentuan yang terkait dengan pengecualian tanggung jawab. Semua hal di atas merupakan hak dan kewajiban penting dalam pengaturan pengangkutan barang melalui laut, dan diatur selama ini sudah umum dalam pengangkutan barang melalui laut oleh kapal tradisional. Namun, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana masalah pengangkutan barang melalui laut akan diatur ketika pengangkutan tersebut dilakukan oleh kapal otonom. Dengan kata lain, ada pertanyaan tentang interpretasi ketentuan kelayakan laut, jaminan pelabuhan yang aman, tanggung jawab dan batasan tanggung jawab pemilik kapal dan pengecualian tanggung jawab dalam pengangkutan barang melalui laut dengan kapal otonom. Tujuan dari makalah ini adalah perbandingan masalah yang berkaitan dengan pengangkutan barang melalui laut antara kapal tradisional dan otonom, dan mengenai pengaturan kelayakan laut, jaminan pelabuhan yang aman, tanggung jawab, pembatasan tanggung jawab pemilik kapal dan pengecualian tanggung jawab. Hasil perbandingan ini mengarah pada kesimpulan bahwa diperlukan peninjauan kembali isi ketentuan yang tercantum ketika kita berbicara tentang pengangkutan barang melalui laut dengan kapal otonom. Kata kunci: kapal otonom, angkutan laut, pengangkutan barang.
EVALUASI DIRI DAN MANAJEMEN GUDANG DITINJAU DARI KINERJA KARYAWAN PT. ZAINDO PUTRA LOGISTIK BANJARMASIN Dr. M.Pd. MM., Mardiana
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v3i2.48

Abstract

The research method used is descriptive qualitative research. Data processing techniques include observation, interviews, documentation and literature. Based on the population and informants, 10 respondents were obtained. The conclusions in this research include assessing self-evaluation and performance of warehouse employees, which is the activity of managers or superiors to evaluate employee work performance behavior and determine subsequent policies. Performance assessment is included in human resources, comparative human resources are the key to the company's success. By conducting performance assessments on employees, employees will always try to do the maximum possible in every activity provided by the company or leaders and managers, and it will also be easy for them to carry out company activities in the field of increasing employee positions or seeing employee performance that is not optimal. Apart from that, another aim of the company's self-evaluation and performance assessment of warehouse employees is the company's efforts to provide human resource development to improve the performance and competence of the employees concerned. Performance appraisal is not a punishment but a form of leadership attention towards employees. Keywords: Self Evaluation, Warehouse Mangement, Employee Performance