Tingkat aktivitas fisik mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga sebelum pandemi covid-19 sebagian besar memiliki aktivitas fisik kategori ringan yaitu sebesar 97,2% dan 2,8% berkategori sedang. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan kebijakan yang diambil untuk menekan penyebaran penularan penyakit covid-19. Kebijakan tersebut menyebabkan perkuliahan dialihkan melalui daring sehingga aktivitas fisik mahasiswa berisiko mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perubahan aktivitas fisik mahasiswa Gizi FKM Unair antara sebelum dan selama pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebesar 124 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui google form yang meliputi karakteristik sosio demografi dan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Analisis statistik yang digunakan adalah uji beda Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak berusia 19 tahun (33,9%), sebesar 91,1% responden berjenis kelamin perempuan. Responden terbanyak (54,8%) berada di semester 2 dan 4. Sebagian besar (83,1%) responden tinggal di daerah perkotaan dan sebesar 75% pendapatan orang tua responden ≥2.700.000. Terdapat perubahan yang signifikan pada aktivitas fisik (p= 0,000) dan rata-rata perilaku sedentari (p=0,000) selama pandemi covid-19. Penurunan aktivitas fisik dan peningkatan rata-rata waktu aktivitas sedentari selama pandemi covid-19 pada mahasiswa disebabkan karena adanya keterbatasan ruang gerak. Program olahraga bersama setiap minggu melalui media online diperlukan untuk menjaga produktivitas mahasiswa selama pandemi covid-19.