Khoirun Nisadiah Fitri Dianti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengorganisasian Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor Melalui Kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Sariwani Probolinggo Khoirun Nisadiah Fitri Dianti
Journal of Islamic Community Development Vol. 1 No. 1 (2021): March
Publisher : UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jicd.2021.3.1.36-51

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran tentang tingginya angka kerentanan masyarakat akan bahaya dan ancaman yang dihadapi akibat bencana tanah longsor yang berada di desa Sariwani kecamatan sukapura kabupaten probolinggo. Desa sariwani termasuk kawasan yang memiliki tingkat keretanan yang tinggi, salah satunya dikarenakan faktor geografis yang berada di ketinggian tanah 940-1940 Mdpl dan terletak di lereng pegunungan tengger yang memanjang sampai wilayah Kabupaten Lumajang. Tujuan pengorganisasian masyrakat hingga terbentuknya kelompok siaga bencana merupakan langkah dalam mengurangi resiko bencana untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan serta menciptakan masyarakat yang siap siaga menuju desa tangguh bencana. Penelitian pengorganisasian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Riset) yang mengutamakan ketelibatan masyarakat secara langsung dalam mengkaji permasalahan hingga proses penyelesaiannya yang ada di Desa Sariwani agar timbul kesadaran individu maupun kelompok (komunitas) yang siap siaga menghadapi bencana tanah longsor. Sehingga setiap proses yang dilalui akan tercipta perubahan sosial dan perubahan kearah yang baik karena ditangan masyarakat sendirilah perubahan itu dapat direalisasikan. Dalam proses pengorganisasian dimulai dari assesment awal, inkulturasi, perubahan data, kesimpulan hasil riset, rencana aksi perubahan, pelaksanaan program, keberlanjutan program sampai pada monitoring dan evaluasi. Perubahan yang terjadi setelah adanya proses pengorganisasian yaitu masyarakat memilki pemahaman siap siaga bencana tanah longsor hinga terbentuknya komunitas desa tangguh bencana (DESTANA). Dengan terbentuknya kelompok dari proses pengorganisasian dalam mengurangi risiko bencana tanah longsor adalah masyarakat mampu mengurangi dampak yang akan ditimbulkan setelah terjadinya bencana tanah longsor. Dengan begitu masyarakat dapat membangun kekuatan lokal serta kemandirian bersama dalam menghadapi bencana.