Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Profit Management dan Good Corporate Governance Terhadap Firm Falue Maulana , Ingga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Profit Management dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap Firm Value pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Nilai perusahaan dipandang sebagai indikator yang mencerminkan persepsi pasar mengenai prospek dan kinerja perusahaan di masa mendatang, sehingga pemahaman atas faktor-faktor yang memengaruhinya menjadi penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, serta memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan yang diperoleh dari situs resmi BEI. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan 25 perusahaan sebagai objek penelitian. Analisis data dilakukan dengan regresi data panel menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk memperoleh hasil yang lebih akurat terkait variasi antarperusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Profit Management memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Firm Value. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar memberikan respons positif terhadap praktik pengelolaan laba yang dipandang sebagai sinyal kinerja manajerial yang efektif. Sebaliknya, Good Corporate Governance yang diproksikan melalui kepemilikan institusional tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Firm Value, sehingga dapat disimpulkan bahwa investor belum menjadikan aspek tersebut sebagai indikator utama dalam menilai nilai perusahaan pada sektor ini. Secara simultan, kedua variabel terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap Firm Value. Temuan ini menekankan pentingnya menjaga kualitas laba dan memperkuat praktik tata kelola perusahaan sebagai strategi untuk meningkatkan nilai, kredibilitas, dan keberlanjutan perusahaan, terutama dalam persaingan industri yang semakin dinamis.  
Pengaruh Ukuran Kap, Audit Tenure, Audit Fee, terhadap Kualitas Audit Febrian, Yudha Eka; Maulana , Ingga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran KAP, audit tenure, dan audit fee terhadap kualitas audit pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan 46 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga diperoleh 230 observasi. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan metode regresi logistik yang diolah menggunakan program Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ukuran KAP, audit tenure, dan audit fee berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit (Prob LR 0,049420 < 0,05). Namun, hasil uji parsial mengungkap bahwa hanya audit fee yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit (Prob 0,0233 < 0,05). Sebaliknya, ukuran KAP (Prob 0,1954 > 0,05) dan audit tenure (Prob 0,8500 > 0,05) tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa besaran biaya audit menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas audit, sementara reputasi KAP ataupun lamanya hubungan auditor–klien tidak selalu menentukan hasil audit yang lebih baik, terutama pada sektor properti yang memiliki tingkat risiko manipulasi laporan keuangan yang cukup tinggi. Analisis deskriptif menunjukkan mean kualitas audit sebesar 0,808696, audit fee 22,28517, dan audit tenure 1,491304. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur audit di Indonesia dengan menyoroti pentingnya pemberian audit fee yang memadai untuk menjaga independensi, meningkatkan skeptisisme profesional, serta meminimalkan potensi salah saji material. Secara praktis, perusahaan disarankan menetapkan audit fee yang kompetitif agar kualitas dan kredibilitas laporan keuangan semakin meningkat di mata investor.