Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kriminologis atas Penembakan Polisi oleh Oknum TNI dalam Kasus Sabung Ayam Lampung Maheswari, Jelita Kanaya; Sibatuara, Yemima; Anan, Aliyah Balqis; Elieser, Rion Albert; Sidabalok, Ray Billy Marthin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3727

Abstract

Artikel ini menganalisis tindak pidana penembakan anggota Polri oleh oknum TNI dalam kasus sabung ayam di Way Kanan, Lampung, melalui pendekatan kriminologi untuk memahami faktor penyebab dan konteks sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi motif, latar sosial, pola penyimpangan aparat, serta disfungsi kelembagaan yang memungkinkan terjadinya kekerasan antaraparat. Fokus kajian diarahkan pada faktor individual, relasi sosial, dan struktur institusional yang berkontribusi terhadap munculnya tindakan kriminal oleh aparat negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan yang mengacu pada regulasi hukum, literatur kriminologi, dan pemberitaan nasional yang kredibel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan pelaku termasuk dalam kategori occupational crime karena dilakukan oleh individu yang memanfaatkan posisi dan kewenangannya. Peristiwa ini dipengaruhi oleh lemahnya sistem kontrol dan pengawasan internal, tekanan sosial dalam lingkungan kelompok, serta kultur permisif terhadap praktik pelanggaran hukum seperti perjudian dan kepemilikan senjata. Berdasarkan teori Differential Association, perilaku menyimpang aparat dipahami sebagai hasil proses belajar dalam lingkungan yang mentoleransi kekerasan dan pelanggaran. Sementara itu, teori Strain menjelaskan bahwa tekanan struktural dan tuntutan sosial tertentu dapat mendorong individu mencari solusi ilegal untuk menyelesaikan konflik atau mempertahankan status kelompok. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme pengawasan terpadu antara TNI dan Polri, peningkatan profesionalisme aparat, serta reformasi peradilan militer untuk memperluas transparansi dan akuntabilitas, sehingga potensi konflik dan penyimpangan serupa dapat diminimalkan.