Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi PROLANIS Berbasis Edukasi Komunitas untuk Meningkatkan Manajemen Mandiri Pasien DM dan Hipertensi Hutagalung , Suzanne C.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3808

Abstract

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dikembangkan untuk membantu pasien dengan penyakit kronis mempertahankan kondisi kesehatan yang stabil melalui edukasi, pemantauan, serta pendampingan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menelaah hubungan antara pelaksanaan edukasi komunitas dalam PROLANIS dengan kemampuan manajemen mandiri pasien diabetes melitus (DM) dan hipertensi di Klinik Pratama MARS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Jumlah sampel terdiri dari 60 peserta PROLANIS yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstandar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi edukasi komunitas berada pada kategori baik (65%), sedangkan tingkat manajemen mandiri responden berada pada kategori tinggi (58,3%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,612 dengan p = 0,000 serta r_tabel sebesar 0,254 pada taraf signifikan 5%, maka terbukti bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan yang signifikan antara implementasi edukasi komunitas PROLANIS dengan tingkat manajemen mandiri pasien DM dan hipertensi di Klinik Pratama MARS” diterima yang menandakan adanya hubungan bermakna antara kedua variabel. Edukasi kelompok yang teratur, relevan, dan interaktif terbukti mendukung peningkatan pengetahuan, kemandirian dalam pemantauan kesehatan, serta kepatuhan berobat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan edukasi komunitas dalam PROLANIS sebagai upaya peningkatan kualitas penatalaksanaan penyakit kronis di layanan primer.