Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENTINGNYA PERWUJUDAN SILA KEEMPAT DAN KELIMA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MENURUT PANDANGAN ISLAM Garfes, Harry Pribadi; Haqiqi, M Iqbal
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64499/eduaksara.v4i2.194

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pentingnya sila keempat dan kelima Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menurut perspektif Islam. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara sila-sila Pancasila dengan prinsip-prinsip Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa sila keempat, yang menekankan musyawarah, sejalan dengan konsep syura dalam Islam. Melalui musyawarah, partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan diberikan ruang yang luas, mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan inklusivitas. Sementara itu, sila kelima yang menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam, mencakup distribusi kekayaan yang adil, perlindungan hak-hak individu, dan penegakan hukum yang adil. Sinergi antara Pancasila dan pandangan Islam menghasilkan kerangka kerja yang kokoh bagi pembangunan negara yang berlandaskan keadilan, persatuan, dan kebersamaan. Kedua nilai ini tidak hanya menjadi prinsip hukum positif, tetapi juga ajaran moral yang diperlukan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan memadukan nilai-nilai Pancasila dengan pandangan Islam, Indonesia bisa mewujudkan visi bersama sebagai negara yang demokratis, adil, dan sejahtera bagi semua warga. Untuk itu, penting bagi negara dan masyarakat Indonesia untuk menjaga dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila serta nilai-nilai agama sebagai bagian penting dari identitas dan kehidupan berbangsa dan bernegara.