Abstract: This article aims to examine a mission approach based on digital theology through the YouTube platform as a means of reaching Generation Z. This generation lives in a digital context heavily influenced by technological advancement, the internet, and social media, which challenges the church to innovate in carrying out its mission. The purpose of this study is to analyze how YouTube can be utilized as a creative, interactive, and contextual medium for evangelism among Generation Z, enabling them to understand the Gospel and live out Christian spirituality in their daily lives. This research employs a descriptive qualitative method with a missiological analytical approach, grounded in a literature review on mission theology, digital theology, and various studies related to Generation Z and the use of digital media. The findings reveal that YouTube holds significant potential as a medium for the church’s mission due to its accessibility, audio-visual nature, and relevance to the characteristics of young people. The implementation of contextual digital strategies allows the church to reach Generation Z more effectively while fostering faith and cultivating a Christ-centered life. Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan misi berbasis teologi digital melalui platform YouTube dalam menjangkau Generasi Z. Generasi ini hidup dalam konteks digital yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, internet, dan media sosial, sehingga gereja dituntut untuk melakukan inovasi dalam pelaksanaan misi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media penginjilan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual bagi Generasi Z sehingga mereka dapat memahami Injil dan menghidupi spiritualitas Kristen dalam keseharian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis misiologis, yang didasarkan pada kajian literatur mengenai teologi misi, teologi digital, serta berbagai studi terkait Generasi Z dan pemanfaatan media digital. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa YouTube memiliki potensi yang signifikan sebagai sarana misi gereja karena kemudahannya diakses, bersifat audio-visual, serta relevan dengan karakter generasi muda. Penerapan strategi digital yang kontekstual memungkinkan gereja menjangkau Generasi Z secara lebih efektif, sekaligus menumbuhkan iman dan membentuk kehidupan yang berpusat pada Kristus.