Secure remote network access is increasingly important due to flexible work models, remote learning, and infrastructure management needs. This is crucial because of rising cyber threats such as packet sniffing, MITM, credential brute force, and the use of insecure protocols. This study analyzes the implementation of L2TP/IPSec VPN in small to medium-scale network infrastructure through topology design, server and client configuration, and performance testing related to latency, throughput, and connection stability. L2TP/IPSec is chosen because it combines the stability of L2TP with the strong encryption of IPSec. The results show that L2TP/IPSec has the capability to enhance security through AES-256 encryption and dual authentication, as well as provide a more stable connection compared to PPTP, although it uses slightly more CPU than OpenVPN. The results indicate that this technology is feasible to implement in educational and business environments. Akses jaringan yang aman dari luar lokasi semakin penting karena model kerja yang fleksibel, pembelajaran jarak jauh, dan kebutuhan manajemen infrastruktur. Hal ini penting karena meningkatnya ancaman siber seperti packet sniffing, MITM, brute force kredensial, dan penggunaan protokol tidak aman. Penelitian ini menganalisis penerapan VPN L2TP/IPSec pada infrastruktur jaringan skala kecil hingga menengah melalui perancangan topologi, konfigurasi server dan klien, serta pengujian performa terkait latency, throughput, dan stabilitas koneksi. L2TP/IPSec dipilih karena menggabungkan stabilitas L2TP dan enkripsi IPSec yang kuat. Hasil menunjukkan bahwa L2TP/IPSec memiliki kemampuan untuk meningkatkan keamanan melalui enkripsi AES-256 dan autentikasi ganda, serta memberikan koneksi yang lebih stabil dibandingkan PPTP, meskipun menggunakan CPU sedikit lebih banyak dibandingkan OpenVPN. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi ini layak diterapkan di lingkungan pendidikan dan bisnis. Akses jaringan yang aman dari luar lokasi semakin penting karena model kerja yang fleksibel, pembelajaran jarak jauh, dan kebutuhan manajemen infrastruktur. Hal ini penting karena meningkatnya ancaman siber seperti packet sniffing, MITM, brute force kredensial, dan penggunaan protokol tidak aman. Penelitian ini menganalisis penerapan VPN L2TP/IPSec pada infrastruktur jaringan skala kecil hingga menengah melalui perancangan topologi, konfigurasi server dan klien, serta pengujian performa terkait latency, throughput, dan stabilitas koneksi. L2TP/IPSec dipilih karena menggabungkan stabilitas L2TP dan enkripsi IPSec yang kuat. Hasil menunjukkan bahwa L2TP/IPSec memiliki kemampuan untuk meningkatkan keamanan melalui enkripsi AES-256 dan autentikasi ganda, serta memberikan koneksi yang lebih stabil dibandingkan PPTP, meskipun menggunakan CPU sedikit lebih banyak dibandingkan OpenVPN. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi ini layak diterapkan di lingkungan pendidikan dan bisnis.