Putut Dewantha Jenar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitti Chikitsa: Pengobatan dengan unsur Prithivi: Mitti Chikitsa: Treatment with Prithivi elements Putut Dewantha Jenar; Ketut Merdana Sugiarta
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/wrwge223

Abstract

Latar belakang: Mitti Chikitsa merupakan modalitas pengobatan tradisional yang memanfaatkan unsur tanah (Prithivi/Pertiwi) sebagai sarana terapeutik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi terapi tanah dalam sistem pengobatan tradisional dengan fokus khusus pada praktik pengobatan tradisional (Ayurweda dan Usada Bali). Metode: Penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pencarian literatur dilakukan melalui database ilmiah PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci relevan. Hasil: Mitti Chikitsa telah dipraktikkan lintas peradaban dengan mekanisme kerja meliputi absorpsi toksin, efek termal, kandungan mineral terapeutik, dan aspek psiko-spiritual. Dalam konteks Ayurweda dan Usada Bali, penggunaan tanah terintegrasi dengan konsep Panca Maha Bhuta dan keseimbangan kausa penyakit sekala-niskala. Para pengobat tradisional menggunakan tanah dari tempat sakral yang dikombinasikan dengan ramuan herbal untuk membuat boreh atau pasta terapeutik. Penelitian ilmiah modern mengonfirmasi aktivitas antimikroba unsur tanah terhadap patogen resisten antibiotik, efektivitas anti-inflamasi pada gangguan reumatik, dan kemampuan detoksifikasi. Kesimpulan: integrasi pengetahuan tradisional dengan pendekatan ilmiah modern dapat menghasilkan modalitas terapi komplementer yang aman dan efektif. Dokumentasi sistematis praktik Mitti Chikitsa dalam Usada Bali diperlukan untuk pelestarian warisan pengetahuan tradisional dan pengembangan sistem kesehatan integratif yang mempertimbangkan dimensi bio-psiko-sosio-spiritual.
Thalassotherapy dalam Konteks Kearifan Lokal: Studi Kasus Ritual Malukat di Pantai Mertasari Bali Putut Dewantha Jenar
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v5i1.5361

Abstract

This research analyzes the malukat ritual at Mertasari Beach, Sanur Kauh Village as a manifestation of Thalassotherapy within the context of Balinese local wisdom. Thalassotherapy, recognized as a healing method utilizing marine elements in modern medical practice, demonstrates alignment with the malukat ritual that has been practiced for generations by Balinese society. The research objectives are to identify Thalassotherapy elements within the malukat ritual, analyze underlying therapeutic mechanisms, and assess its effectiveness among practitioners. The study employs a qualitative approach with case study methodology, involving participatory observation, in-depth interviews with 14 informants comprising 2 spiritual leaders (pemangku) and 12 ritual practitioners, document analysis, and laboratory testing of seawater samples. Research findings reveal that the malukat ritual contains substantial Thalassotherapy elements, including body immersion in seawater, sea aerosol exposure, and climatotherapy utilization through morning sunlight. Laboratory analysis reveals NaCl content of 4.88% and Potassium 0.249 mg/L in Mertasari Beach seawater with therapeutic properties. Healing mechanisms operate through three synergistic dimensions: physicochemical (osmotic pressure and mineral content), psychoneurophysiological (neurohormonal modulation and sensory stimulation), and spiritual (positive autosuggestion and symbolic healing). The effectiveness of malukat ritual as a local Thalassotherapy method is evidenced through informant testimonies reporting improvements in physical, psychological, and spiritual conditions. This research concludes that local wisdom embedded in the malukat ritual possesses scientific validity aligned with modern Thalassotherapy concepts, thus demonstrating potential for development as an integrated, sustainable, and culturally-based health therapy alternative.