Latar Belakang: Kesehatan mental, khususnya gangguan kecemasan, menjadi isu global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data menunjukkan 4% populasi dunia mengalami gangguan kecemasan, sementara di Indonesia, 32 juta penduduk terdampak masalah psikis salah satunya kecemasan. Tingginya angka bunuh diri di Bali yaitu 113 kasus pada 2024 mempertegas urgensi penanganan gangguan kecemasan yang tidak terkelola. Salah satu upaya untuk mengatasi gangguan kecemasan dapat dilakukan dengan cara meditasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui meditasi untuk mengatasi gangguan kecemasan di Nuswantara Yoga Academy. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori yoga, teori psikologi dan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan Ayurveda, khususnya Bhuta Vidya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini yaitu studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian meditasi di Nuswantara Yoga Academy dapat mengatasi gangguan kecemasan karena meditasi mengalihkan perhatian pada pernapasan dan kesadaran penuh terhadap momen saat ini dengan penerimaan tanpa penghakiman, menurunkan gelombang otak dari beta ke alfa/theta, serta meningkatkan regulasi neurotransmiter serotonin dan dopamin. Tata cara meditasi diawali dengan pre-talk, yoga asanas, pranayama, talk theraphy, chakra healing, dan melukat. Meditasi dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu meditasi duduk dan berjalan. Kesimpulan: penerapan meditasi membantu fokus dan konsentrasi, meningkatkan kualitas tidur serta menstabilkan tekanan darah.