Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan semangat bela negara di kalangan mahasiswa Universitas Bandar Lampung Angkatan 2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena menurunnya kesadaran kebangsaan dan semangat bela negara akibat pengaruh globalisasi, budaya digital, serta gaya hidup individualistis di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara metode empiris dan normatif dengan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, survei sederhana, serta dokumentasi kegiatan kemahasiswaan, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (84%) memiliki pemahaman konseptual yang kuat terhadap peran Pancasila dalam membangun semangat bela negara. Nilai-nilai yang paling sering diimplementasikan mahasiswa adalah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang tercermin melalui perilaku gotong royong, kepedulian sosial, dan partisipasi dalam kegiatan kebangsaan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman dan praktik nyata, terutama akibat pengaruh media sosial, rendahnya kesadaran diri, dan lingkungan kampus yang kurang mendukung internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Secara normatif, Pancasila dipahami sebagai landasan moral, ideologis, dan konstitusional yang membentuk karakter warga negara untuk berperan aktif dalam bela negara. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pendidikan Pancasila secara kontekstual dan aplikatif, baik melalui kurikulum, kegiatan kampus, maupun literasi digital. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud bela negara di era digital.