Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI ANTIOKSIDAN DAN FORMULASI CLAY MASK EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis Sativus L.) DENGAN ADSORBEN BENTONIT DAN KAOLIN Yulis adriana Yul
IONTech Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v5i1.107

Abstract

Kulit akan mulai menua seiring bertambahnya usia. Banyak variabel, baik internal maupun eksternal tubuh, berkontribusi pada proses penuaan. Kerusakan kulit dapat disebabkan oleh faktor eksternal tubuh, seperti paparan sinar matahari, kerutan, sisik, kekeringan, dan pecah-pecah adalah tanda-tanda kerusakan kulit. Untuk memulihkan penampilan kulit, ada beberapa cara penanganan salah satu diantaranya adalah penggunaan antioksidan. Mentimun dapat mengurangi mata bengkak, menghaluskan dan mengencangkan kulit, mengurangi noda pada wajah, menetralkan kulit berminyak, mencegah kerutan wajah, dan memperlambat penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak mentimun dapat diformulasikan dalam sediaan masker wajah berbentuk clay dan untuk mengetahui nilai IC50 ekstrak buah mentimun pada clay mask. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental yaitu dengan membuat ekstrak buah mentimun menggunakan metode maserasi, dilanjutkan uji antioksidan ekstrak buah mentimun menggunakan metode peredaman radikal bebas menggunakan pereaksi DPPH, dan formulasi sediaan clay mask ekstrak buah mentimun dalam 3 formula dengan perbadaan konsentrasi bentonit dan kaolin, serta dilakukan uji stabilitas terhadap sediaan clay mask ekstrak buah mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mentimun dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan clay mask dengan nilai IC50 pada ekstrak buah mentimun dalam rentang kuat yaitu sebesar 89,60 bpj, hasil dari 3 formulasi clay mask ekstrak buah mentimun berwarna hijau muda, bau khas mentimun dan bentuk nya setengah padat, serta hasil uji stabilitas yang telah dilakukan selama 4 minggu menunjukkan clay mask ekstrak buah mentimun stabil dalam penyimpanan.
UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL DAN CEMARAN MIKROBA JUS CAMPURAN BAWANG PUTIH TUNGGAL, JAHE, LEMON, CUKA APEL DAN MADU Yulis adriana Yul
IONTech Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v5i2.118

Abstract

Hiperkolesterol merupakan salah satu penyebab timbulnya penyakit degeneratif yang berhubungan dengan jantung, pembuluh darah, serta penyakit yang berkaiatan dengan sumbatan pada pembuluh darah. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol total antara lain dengan mengonsumsi bahan alami yakni bawang putih tunggal, cuka apel, jahe, lemon dan madu sehingga aman dikonsumsi serta tidak menimbulkan efek samping berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi jangka panjang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui cemaran mikroba dari jus campuran bawang putih tunggal, cuka apel, jahe, lemon dan madu. Jus campuran dibuat seri konsentrasi 50, 75, 100, 125, dan 150 ppm dalam etanol 96% menghasilkan aktivitas antikolesterol dengan daya hambat IC50 sebesar 132.36 ppm dengan kategori sedang. Analisis konsentrasi kolesterol dilakukan dengan menggunakan metode fotometri kolesterol yaitu dengan mereaksikan kolesterol dengan asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat yang kemudian dibaca absorbansinya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiap konsentrasi jus campuran memiliki aktivitas antikoleserol secara in vitro, ekstrak dengan konsentrasi 150 ppm memiliki aktivitas antikolesterol yang paling signifikan karena memberikan persen penurunan kolesterol sebesar 56,98%. Hasil pengujian cemaran mikroba berupa uji Total Angka kapang khamir (AKK) , uji Total Angka mikroba aerob dan uji terhadap mikroorganisme patogen Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Esherichia coli dan Salmonella typii memenuhi standar mutu obat tradisonal berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan tahun 2014. Kata Kunci : Jus campuran, aktivitas antikolesterol, Spektrofotometri UV-Vis, Uji Cemaran Mikoba