Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan anak dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, meliputi buku-buku pendidikan, psikologi perkembangan, dokumen Gereja Katolik, serta pemikiran tokoh pendidikan, khususnya pandangan Sri Paus Yohanes Paulus II mengenai keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan menafsirkan gagasan-gagasan pokok yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dan perkembangan kepribadian anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang fundamental dan strategis sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai dasar, terutama nilai kasih, kedamaian, dan tanggung jawab moral. Pendidikan dalam keluarga berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kepribadian anak secara holistik, mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Selain itu, proses pendidikan dalam keluarga menuntut kedalaman pribadi pendidik, yang meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pedagogis, agar mampu mendampingi anak secara optimal dalam proses pertumbuhan dan pembentukan kepribadiannya.