Seveningsih, Margaretha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Seveningsih, Margaretha
Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik dan Pastoral Vol 1 No 1 (2024): Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik dan Pastoral
Publisher : STPK St. Yohanes Rasul Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61589/cnhs0q83

Abstract

Bimbingan merupakan salah satu aspek yang berfungsi untuk memberikan dorongan kepada setiap siswa di sekolah dalam meraih keberhasilan dalam studi. Perkembangan kepribadian siswa terbentuk melalui proses belajar dengan lingkungannya. Kepercayaaan diri bagian dari kepribadian siswa dan ini merupakan faktor penting bagi keberhasilan siswa untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan kepercayaan dirinya ini maka siswa dapat berkembang dan dapat menemukan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Tidak semua siswa memiliki kepercayaan diri yang teguh, guru bimbingan dan konseling memiliki peran yang penting dalam memupuk kepercayaan diri siswa. Layanan bimbingan konseling diberikan untuk semua siswa, agar setiap siswa dapat menentukan bakat-bakat, minat-minat maupun potensi-potensinya.
Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Anak Seveningsih, Margaretha
Kariwari: Jurnal Pendidikan Agama Katolik dan Pastoral Vol 3 No 1 (2026): Kariwari: Journal of Catholic and Pastoral Education
Publisher : STPK St. Yohanes Rasul Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61589/064b5r06

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan anak dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan kepribadian anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, meliputi buku-buku pendidikan, psikologi perkembangan, dokumen Gereja Katolik, serta pemikiran tokoh pendidikan, khususnya pandangan Sri Paus Yohanes Paulus II mengenai keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan menafsirkan gagasan-gagasan pokok yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dan perkembangan kepribadian anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang fundamental dan strategis sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai dasar, terutama nilai kasih, kedamaian, dan tanggung jawab moral. Pendidikan dalam keluarga berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan kepribadian anak secara holistik, mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Selain itu, proses pendidikan dalam keluarga menuntut kedalaman pribadi pendidik, yang meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan pedagogis, agar mampu mendampingi anak secara optimal dalam proses pertumbuhan dan pembentukan kepribadiannya.