Dayah salafiyah Darussalam Labuhan Haji merupakan salah satu dayah tertua di Aceh yang telah melahirkan ribuan alumi yang saat ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter masyarakat. Namun demikian, namun demikian seiring dengan perkembangan zaman yang terus maju, maka diperlukan adanya manajemen yang baik di dalam pembentukan karakter santri terutama dalam sistem pendidikan dayah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk secara mendalam tentang Manajemen Pesantren dalam Pembentukan Karakter Santri di Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen dayah dalam pembentukan karakter santri, kendala yang dihadapi serta solusi pada dayah salafiyah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Sumber datanya adalah pimpinan dayah, dewan guru dan santri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam (deep interview) dan dokumentasi. Teknik analisis dan pengolahan data dilakukan cara reduksi data, display data dan verifikasi data. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Adapun hasil penelitian in menunjukkan bahwa dalam proses pembentukan karakter santri manajemen yang diterapkan pada dayah salafiyah Darussalam Labuhan Haji Pertama, melalui proses perencanaan tentang program dan aktivitas dayah yang harus ditaati dan dijalankan oleh santri. Kedua, melalui pengorganisasian atau pembagian tugas sesuai dengan bidang yaitu bidang pendidikan, peribadatan, pembangunan, kesejateraan dan bidang administrasi, di mana masing-masing bidang melakukan rapat untuk dengan pimpinan dayah untuk pelaksanaan program tersebut. Ketiga, melalui pelaksanaan yaitu melaksanakan semua program yang telah dirancang, baik pendidikan atau pembelajaran, peribadatan dan lainnya dalam proses pembentukan karakter santri sesuai dengan tujuan pendidikan dayah yaitu mendidik santri yang berilmu dan berakhlak mulia. Keempat, melalui pengawasan atau kontrolan terhadap kegiatan dan aktivitas santri di dayah. Dalam pembentukan karakter santri juga ada kendala yaitu kurangnya perhatian orang tua santri dan juga terbatasnya prasarana atau fasilitas yang tersedia, namun pihak dayah tetap melakukan solusinya melalui alternatif lain yang bisa dilakukan dalam upaya pembinaan karakter santri di dayah.