Teknologi informasi telah menjadi pendorong utama transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pemerintahan. Inisiatif e-government bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan aksesibilitas. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menggunakan platform berbasis web untuk menyebarkan informasi kepada publik. Namun, temuan awal dari kuesioner System Usability Scale (SUS) menunjukkan ketidakpuasan pengguna terhadap tampilan situs web karena kesulitan navigasi dan kesulitan mengakses informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang antarmuka situs web BAPETEN dengan menggunakan analisis SUS dan metode Evaluasi Heuristik untuk mengatasi masalah kegunaan. SUS memberikan wawasan kuantitatif tentang usability melalui kuesioner berbasis skala Likert, sementara Heuristic Evaluation menawarkan umpan balik kualitatif dari evaluator ahli berdasarkan prinsip-prinsip usability yang telah ditetapkan. Hasilnya menunjukkan skor SUS 50,67, dikategorikan sebagai "Buruk", dan masalah kegunaan utama yang diidentifikasi melalui analisis heuristik dengan peringkat keparahan 3,4. Proses desain ulang menggunakan metodologi User-Centered Design (UCD) untuk memprioritaskan kebutuhan pengguna, dengan fokus pada peningkatan navigasi, konsistensi, estetika visual, dan penanganan kesalahan. Desain ulang yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan berfungsi sebagai model untuk mengoptimalkan situs web pemerintah untuk pemberian layanan publik yang lebih baik.