Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The The Effect of the Distraction Technique with Watching Video Cartoons on Reducing Scale of Pain During Intravenous (IV) Line Insertion in the Emergency Room Siti Na'imah; Widuri
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.2078

Abstract

Background: Intravenous (IV) Line Insertion is a procedure that involves puncturing a vein and causing significant pain and stress in children. The pain and fear experienced during childhood can increase the potential for avoiding medical care in adulthood. Aims: to determine the effectiveness of providing cartoon video distraction in reducing pain in children undergoing IV drips Method: This study was conducted in the Emergency Room of Dr. Soerojo Hospital in November - December 2024 involving 66 children who were going to receive IV treatment, the research sample was divided into two groups, namely the intervention group and the control group. The intervention group received treatment in the form of watching cartoon videos for 5 to 10 minutes, while the control group received standard therapy in the form of deep breathing distraction techniques. Result: There was a significant difference in the pain scale in children who received distraction techniques by watching cartoon videos compared to children who only received standard therapy when the infusion was installed (p value = 0.001). Conclusion: Providing cartoon video distractions has been proven effective in reducing pain in children undergoing Intravenous puncture.
Gambaran Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Tunarungu Di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta Silvania Nanda Puspita; Widuri; Rista Islamarida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2092

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama pada anak tunarungu yang mengalami keterbatasan komunikasi sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan adaptasi sosial dan pengendalian emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 40 anak tunarungu usia 10–15 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan The Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17), dengan pengumpulan data dilakukan melalui pendampingan menggunakan bahasa isyarat dan penjelasan sederhana. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10–11 tahun dan telah tinggal di pondok selama tiga tahun. Pada aspek sosial, sebagian besar anak mampu berinteraksi dengan teman sebaya, namun masih ditemukan perilaku kurang adaptif seperti kesulitan mematuhi aturan, berbagi, dan memahami perasaan orang lain. Pada aspek emosional, sebagian besar anak tidak mengalami perasaan sedih dan putus asa, tetapi sebagian anak masih menunjukkan rendahnya rasa percaya diri, kecemasan, kegelisahan, serta kesulitan berkonsentrasi dan mudah teralihkan. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak tunarungu di Pondok Pesantren Darul Ashom berada pada kondisi cukup baik, namun masih memerlukan dukungan melalui strategi pembelajaran yang adaptif dan inklusif untuk mengoptimalkan keterampilan sosial, pengendalian emosi, dan fokus belajar.