Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah Di SMK Negeri 1 Sengah Temila Kabupaten Landa Kris Kurniawan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2397

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini bersumber pada menurunnya minat masyarakat sekolah di SMK Negeri 1 Sengah Temila Kabupaten Landak sehingga perlu adanya MBS, karena kebijakan penyelenggaraan pendidikan masih berorientasi pada keluaran atau hasil pendidikan dan terlalu memusatkan pada masukan serta kurang memperhatikan proses pendidikan. Tujuan penelitian adalah ingin menggambarkan dan menganalisis evaluasi proses kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah di SMK Negeri 1 Sengah Temila Kabupaten Landak, dengan aspek yang ingin dikaji antara lain: Efektivitas, Efisiensi, Responsivitas atau tanggapan, dan Ketepatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi proses kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SMK Negeri 1 Sengah Temila Kabupaten Landak sudah terlaksana namun belum maksimal. Hal tersebut terlihat dari indikator-indikator seperti efektivitas kebijakan MBS di SMK Negeri 1 Sengah Temila masih tergolong rendah. efisiensi kebijakan MBS di SMK Negeri 1 Sengah Temila belum mencapai output atau hasil nyata dari pelaksanaan program MBS tersebut, responsivitas kebijakan MBS di SMK Negeri 1 Sengah Temila masih terlihat kurangnya partisipasi orang tua siswa dalam pengembangan sekolah dan ketepatan kebijakan MBS di SMK Negeri 1 Sengah Temila belum tepat sasaran, masih bersifat sentralisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan yaitu dalam rangka meningkatkan evaluasi proses kebijakan kebijakan MBS di SMK Negeri 1 Sengah Temila perlu adanya kepemimpinan sekolah yang demokratis dan profesional; Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung penyelengga- raan pendidikan oleh sekolah; Munculnya team work yang tinggi di dalam manajemen sekolah; dan Meningkatnya kemandirian sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.