Elfis Viviano Wios Suroso
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Karitatif ke Transformatif: Digitalisasi Diakonia sebagai Perluasan Mandat Pelayanan Gereja: Digitalisasi Diakonia sebagai Perluasan Mandat Pelayanan Gereja Yesaya Bangun Ekoliesanto; Eklesia Greyta Putri Kinanti; Elfis Viviano Wios Suroso; Kevin Adi Herlambang Bureni
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v4i2.75

Abstract

Abstract: Digital transformation has reshaped the paradigm of Christian diakonia by shifting its orientation from immediate charitable responses toward a more structural, participatory, and justice-oriented practice. This article examines how digitalization functions not merely as a technological tool but as a theological and practical instrument that expands the church’s diaconal mandate in contemporary society. Using a descriptive qualitative approach through library research, this study analyzes the evolution of diakonia, the transformative potential of digital media, the emerging ethical–theological challenges, and the development of an integrative model of holistic digital diakonia. The findings reveal that digitalization enables churches to broaden social engagement, strengthen distributed participation, and integrate spiritual, social, psychological, and technological dimensions into a comprehensive ministry framework. At the same time, digital diakonia raises critical concerns regarding relational authenticity, digital inequality, and the preservation of incarnational ecclesial identity. Therefore, a robust ethical–theological foundation is required to ensure that digital ministry empowers communities, promotes justice, and remains faithful to the missio Dei. This study concludes that digitalization represents a transformative theological opportunity for reimagining diakonia as an inclusive, holistic, and socially engaged expression of God’s love in both physical and digital spaces.   Abstrak: Transformasi digital telah mengubah praktik diakonia gereja dari pelayanan karitatif yang berfokus pada bantuan langsung menuju bentuk pelayanan yang lebih struktural, partisipatif, dan berorientasi keadilan. Artikel ini menganalisis bagaimana digitalisasi berfungsi tidak hanya sebagai instrumen teknologi, tetapi sebagai medium teologis-praktis yang memperluas mandat diakonia dalam masyarakat digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, kajian ini menelaah evolusi konsep diakonia, potensi transformasional media digital, tantangan etis-teologis yang muncul, serta pengembangan model integratif diakonia digital yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memungkinkan gereja memperluas keterlibatan sosial, memperkuat partisipasi jemaat yang terdistribusi, dan mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, psikologis, dan teknologi dalam kerangka pelayanan yang komprehensif. Namun, digitalisasi juga memunculkan isu penting terkait keotentikan relasi, kesenjangan akses digital, dan pemeliharaan identitas inkarnasional gereja. Karena itu, diperlukan fondasi etis-teologis yang kuat agar pelayanan digital mampu memberdayakan komunitas, memajukan keadilan, dan tetap setia pada missio Dei. Kajian ini menegaskan bahwa digitalisasi merupakan peluang teologis untuk memaknai ulang diakonia sebagai pelayanan yang inklusif, holistik, dan berdaya transformasi dalam ruang fisik maupun digital.