Akbar, Muhammad Zainuddin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARRICIDE DENGAN PELAKU ANAK DI INDONESIA DITINJAU DARI PERSPEKTIF KRIMINOLOGI Akbar, Muhammad Zainuddin
Jurnal Suara Keadilan Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Suara Keadilan Vol. 26 Nomor 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v26i2.15927

Abstract

Abstract  This study analyzes juvenile parricide cases in Indonesia from the perspective of criminology theory. The purpose is to identify the factors that drive juvenile offenders to commit parricide. Using a normative legal research method with a conceptual approach, this study finds that family dynamics, particularly child abuse and neglect, trigger psychotic disorders, are central factors contributing to the occurrence of parricide. Prolonged child abuse produces strain that generates negative emotions and feelings of humiliation or worthlessness in juveniles. At its peak, this pressure creates a condition in which deep shame or a severe sense of threat makes killing parents appear to be the only possible escape. Parricide driven by this factor tends to be based on rational calculation. In contrast, prolonged emotional neglect may lead to emotional disturbances that develop into psychotic symptoms, such as hallucinations and delusions. As these symptoms get worse, juveniles may see, hear, or perceive things that aren’t real. Lack of parental responsiveness to juveniles condition may further provoke hallucinations that culminate in parricide. This second factor tends to result in irrational decision-making by the juvenile in committing parricide AbstrakArtikel ini menganalisis kejahatan pembunuhan orang tua oleh anak (Parricide) dengan pelaku Anak di Indonesa dari perspektif teori kriminologi. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan Anak melakukan Parricide. Menggunakan metode Normatif dengan pendekatan konseptual, ditemukan bahwa faktor dinamika keluarga yaitu kekerasan di masa kecil dan penelantaran yang menyebabkan gangguan psikosis Anak menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya parricide. Kekerasan di masa kecil dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan strain (tekanan) yang melahirkan emosi negatif dan perasaan dipermalukan/tidak berarti terhadap Anak. Keadaan tekanan ini bertemu momentun puncak, yaitu rasa malu yang mendalam atau rasa terancam yang buruk sehingga membunuh orang tua menjadi satu-satunya jalan keluar bagi Anak dari keadaan tersebut. Parricide dengan faktor ini cenderung terjadi atas dasar pertimbangan yang rasional. Sementara itu, Anak dengan penelantaran emosional dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan gangguan emosional Anak yang berujung pada gejala psikosis (halusinasi dan delusi). Gejala psikosis yang semakin parah dapat berakibat pada Anak yang melihat, mendengar, atau merasakan suatu yang tidak nyata. Tidak responsifnya orang tua terhadap keadaan Anak dapat memicu halusinasi Anak yang mengarah kepada Parricide. Faktor kedua ini cenderung membuat Anak membuat keputusan irasional dalam melakukan parricide.