Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TARGET SIGN SEBAGAI KUNCI DIAGNOSIS INVAGINASI ILEOKOLIKA PADA ANAK: SEBUAH LAPORAN KASUS Dewi, Ni Putu Lilis Rasnita; Ni Putu Udayani Nesa
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/qvvz3j15

Abstract

Invaginasi usus merupakan salah satu penyebab utama obstruksi usus pada bayi dan anak-anak. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius sehingga ultrasonografi (USG) telah menjadi modalitas diagnostik pilihan karena sifatnya yang non-invasif, aman, serta memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Gambaran ultrasonografi khas invaginasi meliputi Target sign atau Doughnut sign pada potongan transversal dan Pseudokidney sign pada potongan longitudinal. Laporan kasus ini memaparkan seorang bayi laki-laki berusia 1 tahun yang datang dengan keluhan nyeri abdomen, distensi abdomen, muntah, dan demam. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen mengidentifikasi Target sign yang khas pada invaginasi. Pasien selanjutnya menjalani laparotomi eksplorasi dan reseksi segmen usus. Kasus ini menegaskan peran penting ultrasonografi sebagai modalitas utama dalam menegakkan diagnosis invaginasi pada anak karena Pseudokidney sign tidak terdokumentasi, gambaran Target sign sudah cukup kuat untuk konfirmasi diagnosis dan penentuan tindakan terapi. Deteksi dini invaginasi sangat krusial dalam mencegah progresi menjadi ileus total dan komplikasi serius lainnya.  
PLEOMORPHIC SARCOMA GLUTEA PADA PASEIN LAKI-LAKI 52 TAHUN Ni Putu Lilis Rasnita Dewi; Ni Putu Udayani Nesa
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 41 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/f8k7kp83

Abstract

Pendahuluan: Sarkoma pleomorfik, termasuk sarkoma pleomorfik tak terdiferensiasi (UPS), adalah neoplasma jaringan lunak ganas yang seringkali muncul sebagai massa progresif. Pemeriksaan awal dapat mencakup CT scan panggul dengan kontras, diikuti dengan konfirmasi melalui FNAB. Kasus: Seorang pria berusia 52 tahun datang dengan benjolan di bokong kanannya selama kurang lebih 2 bulan. Benjolan tersebut membesar dengan cepat selama 2 minggu terakhir. Keluhan terkait termasuk gangguan neurovaskular. Pemeriksaan lokal menunjukkan massa berwarna kulit tanpa hiperemia; palpasi menunjukkan massa yang keras, kenyal, tidak bergerak, dan nyeri tekan. Penanganan Kasus: CT scan dengan kontras dilakukan, diikuti dengan konfirmasi melalui FNAB pada nodul gluteal. Nodul tersebut keras dan mudah berdarah. Pada citra MSCT Scan panggul, ditemukan massa heterogen yang mengalami peningkatan kontras dengan kalsifikasi di dalamnya, meluas ke area sekitarnya menyebabkan kompresi dan kerusakan tulang. Diskusi: Gambaran klinisnya adalah massa gluteal yang membesar dengan cepat disertai nyeri dan keterlibatan neurovaskular, disertai temuan pada CT scan abdomen dan konfirmasi dengan FNAB. Pemeriksaan radiologis dan histopatologis digunakan untuk menentukan terapi. Prognosis kasus UPS biasa buruk. Kesimpulan: Pada kasus massa jaringan lunak di daerah gluteal sugestif sebagai sarkoma pleomorfik tak terdiferensiais, evaluasi radiologis dan histopatoligi memainkan peran penting dalam menilai ukuran tumor, kedalaman lesi, dan hubungannya dengan struktur neurovaskular di sekitarnya dan jaringan panggul sebelum pengobatan definitif.