Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran IFC Dan ITFA Dalam Menutup Kesenjangan Pembiayaan Perdagangan Global Efendes, Laura Mairenza; Gratiana Br Manik; Tia Putri Yundaris; Wella Dwi Arianti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2658

Abstract

Kesenjangan pembiayaan perdagangan global adalah masalah besar yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan, yang terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran International Finance Corporation (IFC) dan International Trade and Forfaiting Association (ITFA) dalam mengurangi kesenjangan tersebut melalui pendekatan kolaboratif antara lembaga keuangan internasional dan sektor swasta. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis dokumen dari berbagai laporan resmi, hasil studi menunjukkan bahwa IFC berperan strategis melalui program Global Trade Finance Program (GTFP) dan Supply Chain Finance Initiative dalam memperluas akses likuiditas dan menjamin transaksi ekspor-impor berisiko tinggi. ITFA, di sisi lain, membantu dengan mempromosikan alat pembiayaan seperti forfaiting dan factoring serta mendorong standarisasi peraturan lintas batas. Kolaborasi antara IFC dan ITFA telah terbukti memperkuat stabilitas sistem keuangan global dengan menurunkan risiko gagal bayar, meningkatkan kepercayaan antar bank, dan memperluas inklusi keuangan digital untuk usaha kecil dan menengah. Studi ini menekankan bahwa harmonisasi kebijakan, penguatan kapasitas lembaga keuangan lokal, dan digitalisasi sistem pembiayaan sangat penting untuk keberlanjutan penutupan kesenjangan pembiayaan perdagangan global
Efektivitas Kerja Sama Local Currency Settlement (LCS) dalam Mendukung Stabilitas Perdagangan Intra-ASEAN Gratiana Manik; Laura Mairenza Efendes; Tia Putri Yundaris; Indri Melati; Wella Dwi Arianti
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2026): April : Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v3i2.1608

Abstract

High dependence on the United States Dollar (USD) in international transactions has long been a challenge for economic stability in the Southeast Asian region, especially amidst global exchange rate fluctuations and geopolitical tensions. This study aims to analyze the effectiveness of Local Currency Settlement (LCS) cooperation in supporting intra-ASEAN trade stability. The main focus of this study is how local currency mechanisms can mitigate exchange rate risks and strengthen regional economic integration as part of a de-dollarization strategy. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach, relying on secondary data from central bank reports, ASEAN policy documents, and relevant academic literature. The results show that the implementation of the LCS framework, particularly in countries such as Indonesia, Malaysia, and Thailand, has provided more efficient transaction alternatives by reducing double conversion costs. However, its effectiveness still faces challenges such as low awareness among business actors, limited local currency liquidity compared to the USD, and the need for broader cross-border digital payment system integration. These findings imply the need for strengthened synergy between central banks in the ASEAN region and increased literacy for the private sector so that the economic stability benefits of LCS can be optimally achieved. This strategy not only strengthens monetary sovereignty but also encourages a more resilient ASEAN economic integration against external shocks.