Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik biomekanika fase top speed pada lari 100 meter mahasiswa Pendidikan Olahraga dengan memfokuskan pada variabel kinematika yang memengaruhi performa kecepatan maksimal. Fase top speed merupakan bagian kritis dalam sprint yang ditentukan oleh interaksi panjang langkah, frekuensi langkah, sudut fleksi sendi, serta durasi kontak kaki dengan tanah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis video berkecepatan tinggi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa putra yang mengikuti mata kuliah atletik dan telah memenuhi kriteria teknik dasar sprint. Perekaman gerak dilakukan pada lintasan lurus menggunakan kamera dengan 120 fps, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Kinovea untuk memperoleh data kinematika.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian top speed ditandai oleh pola gerak yang konsisten antara sudut dorong pinggul, efisiensi ayunan tungkai, serta kontak kaki yang semakin singkat. Subjek dengan panjang langkah yang lebih optimal dan frekuensi langkah yang tinggi mampu mempertahankan kecepatan puncak lebih lama. Selain itu, sudut fleksi lutut yang lebih kecil saat recovery phase berkaitan dengan peningkatan kecepatan horizontal. Temuan penelitian ini mendukung teori biomekanika yang menyatakan bahwa performa top speed ditentukan oleh kombinasi efisiensi mekanis dan kemampuan neuromuskular dalam menghasilkan gaya secara cepat.Kesimpulannya, analisis biomekanika fase top speed memberikan gambaran penting mengenai faktor kinematika yang memengaruhi performa sprint mahasiswa. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar perbaikan teknik, pengembangan program latihan sprint, serta media pembelajaran pada mata kuliah atletik.