ABSTRAK Latar Belakang: Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi dengan angka prevalensi stunting yang masih tinggi berdasarkan hasil SSGI 2022 yaitu sebesar 22,5%. Penyebab stunting menjadi beberapa faktor baik dari faktor anak sendiri, maupun faktor orang tua dan faktor lingkungan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan stunting pada balita usia 6-23 bulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan memanfaatkan data sekunder bersumber dari hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Penelitian ini melibatkan 148 balita berusia 6 hingga 23 bulan sebagai sampel. Analisis menggunakan aplikasi SPSS dengan melakukan analisis distribusi frekuensi dan tabulasi silang menggunakan chi square. Variabel terikat pada penelitian ini adalah stunting dan variabel bebas yaitu pemantauan pertumbuhan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, berat badan lahir, dan imunisasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pemantauan pertumbuhan sebagai variabel bebas yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Timur usia 6-23 bulan (0R 2,34; p = 0,048; 95%CI 1,08 – 5,11), sedangkan IMD, ASI eksklusif, berat badan lahir,dan imunisasi tidak berhubungan dengan stunting. Kesimpulan: Pemantauan pertumbuhan merupakan determinan stunting pada balita usia 6-23 bulan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penting untuk meningkatkan kunjungan masyarakat dalam melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin ke pelayanan kesehatan, karena pemantauan berperan dalam mendeteksi dini gangguan gizi, memastikan intervensi yang tepat, dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. KATA KUNCI: BBLR; IMD; pemantauan pertumbuhan; stunting ABSTRACTBackground: Tanjung Jabung Timur Regency is one of the regencies in Jambi Province that has a high prevalence of stunting, recorded at 22,5% based on the 2022 SSGI results. Stunting has several causes, including the child's, parental, and household environmental factors. Objectives: This study examined the risk factors for stunting in toddlers aged 6-23 months in Tanjung Jabung Timur Regency. Methods: This study used a cross-sectional design by utilizing secondary data sourced from the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) in Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province. This study included 148 toddlers between 6 and 23 months as its sample. The analysis used the SPPS application by conducting frequency distribution analysis and cross-tabulation using chi-square. The dependent variable in this study was stunting, and the independent variables were growth monitoring, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, birth weight, and immunization.Results: The results showed that growth monitoring was the independent variable related to stunting in Tanjung Jabung Timur Regency aged 6-23 months (0R 2.34; p = 0.048; 95% CI 1.08 – 5.11), while early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, birth weight, and immunization were not related to stunting.Conclusions: Growth monitoring determines stunting in toddlers aged 6-23 months in Tanjung Jabung Timur Regency. Improving community participation in routine growth monitoring at health services is essential, as it contributes to the early detection of nutritional problems, ensures appropriate interventions, and promotes optimal child growth and development. KEYWORD: early initiation of breastfeeding; growth monitoring; low birth weight; stunting Article submitted on November 13, 2024; Articles revised on January 08, 2024; Articles received on May 07, 2025; Available online on November 29, 2025