Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komparasi Implementasi Konsep Smart City di Kota dan Kabupaten (Studi Kasus: Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo) Cahyadani, Lestyanto; Djunaedi, Achmad
REKA RUANG Vol. 7 No. 1 (2024): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hierarchically, City and Regency are equal in the government system of Indonesia. However, there are differences in characteristics between them. The difference also allow defferent approaches in implementing a policy, including smart city. Purpose of this research is to identify the correlation between that difference characteristics and the implementation of smart city. This research uses case study method and uses data sources such as documents, interview, and observation. That three data sources were analyzed using triangulation method to validate the results of analysis process. The result of this research shows that there are correlations between the implementation of smart city and the issues in the City and the Regency. Application of the smart city concept in Surakarta City is mostly influenced by the issues of urban area, such as dense population, lack of resources, urban communities, and high intensity of transportation. Meanwhile, in Sukoharjo Regency, implementation of smart city is influenced by issue of rural and peri-urban areas e.g lots of open space, abundant natural resources, low population density, rural communities, facilites gap, and indutrial waste.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ADAPTASI DALAM PENERAPAN SMART CITY DI WILAYAH KABUPATEN (STUDI KASUS: KABUPATEN SUKOHARJO) Cahyadani, Lestyanto; Djunaedi, Achmad
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v4i2.62826.140-151

Abstract

Pada mulanya, konsep smart city (kota cerdas) muncul dari kekhawatiran akan dampak terus tumbuhnya kawasan perkotaan. Namun kini konsep smart city tidak hanya diterapkan di perkotaan, melainkan juga di kawasan perdesaan. Di Indonesia, kawasan perdesaan tersebut berada dalam wilayah administrasi kabupaten. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah menyusun pedoman penyusunan kebijakan smart city untuk dapat diterapkan di kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, khususnya yang terlibat dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Penerapan konsep smart city di wilayah kabupaten menarik untuk diidentifikasi karena membutuhkan adaptasi mengingat sebagian besar wilayahnya berupa kawasan perdesaan. Salah satunya adalah Kabupaten Sukoharjo yang hampir 90% wilayahnya berupa kawasan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab adaptasi yang dilakukan oleh Kabupaten Sukoharjo dalam menerapkan konsep smart city di wilayahnya dengan menggunakan metode studi kasus. Hasilnya adalah Kabupaten Sukoharjo melakukan adaptasi konsep smart city untuk disesuaikan dengan isu dan permasalahan di wilayahnya, terutama kawasan perdesaan. Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk menerapkan smart city berbasis perdesaan terlihat pada adaptasi dalam enam dimensi smart city yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi geografis, potensi desa, sosial dan budaya masyarakat, sumber daya alam, dan infrastruktur. Bentuk penyesuaian penerapan konsep smart city di wilayah yang didominasi oleh kawasan perdesaan dilakukan oleh Kabupaten Sukoharjo sebagai upaya pengembangan potensi sekaligus penyelesaian masalah secara efektif dan efisien.