This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL MAHASISWA UINSA PRODI ILMU KOMUNIKASI 2022 PERSPEKTIF GENDER Shafira Amalia Ramadhanti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 07 Desember (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menjadi bagian penting dalam aktivitas komunikasi mahasiswa, baik untuk keperluan akademik, interaksi sosial, maupun pembentukan identitas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman penggunaan media sosial pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, khususnya Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2022, dengan meninjau perbedaan berdasarkan gender. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive untuk memahami makna, motivasi, dan pola interaksi yang terbentuk dalam aktivitas bermedia sosial. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi tema-tema yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penggunaan media sosial informan beragam, baik dari segi durasi penggunaan, jenis platform, maupun preferensi konten. Instagram menjadi platform yang paling dominan karena dianggap mendukung personal branding, lebih hemat kuota, serta memiliki fitur yang sesuai kebutuhan seperti Reels. Sementara itu, TikTok digunakan untuk hiburan, sedangkan WhatsApp berperan sebagai media komunikasi utama. Preferensi konten sangat dipengaruhi minat individu dan algoritma, dengan konten kuliner, hiburan, serta kajian keislaman menjadi yang paling sering muncul.Media sosial dinilai memiliki banyak manfaat, terutama dalam memberikan informasi, motivasi, dan wawasan tambahan. Meski demikian, pengguna tetap perlu selektif karena tidak semua konten memiliki kualitas yang baik. Aktivitas membagikan konten menjadi kebiasaan umum, terutama konten komedi, meme, dan keagamaan yang dianggap relevan atau menghibur. Hambatan dalam penggunaan media sosial mencakup jaringan internet yang tidak stabil, algoritma yang kurang sesuai, serta kendala teknis seperti baterai ponsel yang cepat habis.