Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Latihan Lompat Kijang dan Split Squat Jump Terhadap Peningkatan Sprint Muhammad Rizky Syahfitra Hasibuan; Bagas Saputra Pane; Muhammad Aria Sahputro; Jefri Andreas Pakpahan; Yan Indra Siregar; Dicky Edwar Daulay
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v3i2.6781

Abstract

This study aims to examine the influence of bounding (lompat kijang) and split squat jump training on sprint performance among Physical Education students at a university in Medan. A descriptive qualitative approach was used, involving ten participants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that bounding exercises significantly improve stride length, movement coordination, and sprint acceleration. Meanwhile, the split squat jump contributes more to initial push-off strength, body stability, and lower-limb muscular endurance. Most participants reported that combining both exercises produces the most optimal sprint improvement, as it simultaneously trains horizontal and vertical power. Additionally, the combined training enhances running efficiency and increases participants’ confidence during short-distance sprinting. The study concludes that both plyometric exercises are effective and recommended for speed-training programs, particularly for students and beginner athletes seeking comprehensive sprint performance enhancement.
Optimalisasi Performa Lompat Jauh Melalui Pembinaan Teknik, Fisik, Dan Konsistensi Gerak Atlet : Penelitian Daniel Deach Marponiroha Manurung; Dhesty Zaina Putri; Dicky Edwar Daulay; Rezi Alghifary; Riesya Salsabila; Yan Indra Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3728

Abstract

This study aims to examine strategies for optimizing long jump performance through the integration of technical training, physical conditioning, and movement consistency using a literature review approach. The analysis includes Sinta-indexed national journals and relevant scientific books published within the last five years. The findings indicate that each phase of the long jump—approach run, final stride, take-off, flight, and landing—requires proper technical execution supported by physical components such as strength, speed, power, and flexibility. Moreover, consistent movement patterns play a crucial role in maintaining stable performance, particularly in the precision of approach steps and the effectiveness of take-off. Literature synthesis highlights that these three aspects cannot be developed separately but must be trained simultaneously through a holistic training approach. The integration of technical mastery, physical conditioning, and movement consistency has been shown to improve training effectiveness and optimize jump performance. This study provides valuable insights for coaches, athletes, and scholars as a foundation for designing more comprehensive and sustainable training programs to enhance long jump achievement.
Pengembangan Pembelajaran dan Partisipasi Sosial Siswa Tuna Rungu di SLB B Karya Murni Lubis, Fakhri Adam Angriawan; Khairul Anwar; Habibi Rahmat Gotama; Muhammad Tarmizi; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pembelajaran, strategi komunikasi, dan partisipasi sosial siswa tunarungu di SLB B Karya Murni. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, orang tua, dan siswa, serta analisis dokumen (RPP, silabus, dan catatan kemajuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), adaptasi bahan ajar, dan metode multisensoris meningkatkan pemahaman konsep akademik (Marschark & Hauser, 2012; Knoors & Marschark, 2014). Namun, tantangan masih ditemukan pada ketersediaan sumber belajar visual, pelatihan guru, dan integrasi sosial di lingkungan sekolah umum (Smith & Tyack, 2011; Ewing & Brister, 2010). Rekomendasi menyarankan penguatan pelatihan guru, pengembangan bahan ajar visual, dan program inklusi berbasis komunitas.
Efektivitas Kinovea sebagai Alat Analisis Biomekanik Dalam Cabang Olahraga Atletik Putra Arima; Asep Prima; Yan Indra Siregar; Dicky Edwar Daulay; M. Anas Sumerian
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5036

Abstract

Penelitian ini menilai sejauh mana efektifitas Kinovea sebagai alat alternatif dalam melakukan analisis gerak dan mengukur sudut relatif lutut gerakan drop jump. Subjek sehat tanpa gangguan gaya berjalan (BMI 28,60 ± 1,40) direkrut. Subjek diminta untuk melakukan gerakan lompat jatuh pada platform yang telah ditentukan dan gerakan tersebut direkam secara bersamaan menggunakan sistem penangkapan gerak inframerah (Hawk – Cortex) dan VideoCam HD di bidang sagital saja. Penangkapan diulangi sebanyak 5 kali. Keluaran (rekaman video) dari HD VideoCam dimasukkan ke Kinovea (perangkat lunak sumber terbuka) dan pola lompat jatuh dilacak dan dianalisis. Data ini dibandingkan dengan pola lompat jatuh yang dilacak dan dianalisis sebelumnya menggunakan sistem Hawk – Cortex Secara umum, hasil yang diperoleh (pola lompat jatuh) menggunakan HD VideoCam–Kinovea mendekati hasil yang diperoleh dengan menggunakan sistem penangkapan gerak yang sudah ada. Analisis statistik dasar menunjukkan bahwa sebagian besar varian rata-rata kurang dari 10%, sehingga membuktikan pengulangan protokol dan keandalan hasilnya. Dapat disimpulkan bahwa integrasi HD VideoCam–Kinovea berpotensi menjadi sistem analisis penangkapan gerak yang andal. Selain itu, biayanya rendah, portabel dan mudah digunakan. Sebagai kesimpulan, penelitian ini dan temuannya bermanfaat dan telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan pengetahuan yang signifikan berkaitan dengan analisis penangkapan gerak, gerakan lompat jatuh, dan integrasi HD VideoCam – Kinovea.
Pendekatan Kepelatihan Adaptif Untuk Tuna Grahita: Strategi Dan Implementasi Dalam Meningkatkan Kinerja Atlet Matondang, Aidil Fauzan; Kristiando Simarmata; Ahmad Arif Sinambela; Eka Kristian Sihotang; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4848

Abstract

Tuna Grahita merupakan kelompok atlet dengan kebutuhan khusus yang memerlukan metode kepelatihan yang adaptif untuk memaksimalkan potensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model kepelatihan adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu tuna Grahita. Metode yang digunakan melibatkan penyesuaian teknik pelatihan, komunikasi, dan motivasi sesuai kemampuan dan karakteristik setiap atlet. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek fisik, psikologis, dan sosial atlet, yang mendukung pentingnya pendekatan kepelatihan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi pendekatan kepelatihan adaptif bagi individu tuna grahita guna meningkatkan kemampuan kognitif, sosial, dan keterampilan hidup sehari-hari. Pendekatan kepelatihan adaptif menyesuaikan metode dan materi pelatihan sesuai dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan individu. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen dengan subjek tuna grahita di sebuah lembaga pendidikan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kepelatihan adaptif secara signifikan meningkatkan perkembangan kemampuan peserta dibandingkan dengan metode pelatihan konvensional. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya personalisasi dalam proses kepelatihan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kemandirian individu tuna grahita.
Fenomena Anak Indigo: Antara Kepercayaan , Kajian Psikologi, Dan Dampak Sosial Siregar, Dewi Evalina; Imel Sihombing; Maulana AL Kahfi; Yan Indra Siregar; Badin sipahutar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4850

Abstract

Fenomena anak indigo merupakan topik yang menarik banyak perhatian publik sejak akhir abad ke-20.anak indigo di yakini memiliki kepekaan emosional, intuisi, sampai kemampuan spiritual yang lebih tinggi dari anak pada umumnya. Konsep ini pertama kali di kenalkan oleh Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an melalui teori aura, yang kemudian dipopulerkan oleh Carroll dan Tober (1999) melalui karya The Indigo Children. Meskipun masyarakat sering mengaitkan indigo adalah kemampuan istimewa, kajian ilmiah menunjukkan bahwa karakteristik indigo dapat dijelaskan melalui psikologi modern, antara lain sensitivitas tinggi (highly sensitive person), anak berbakat (gifted children), serta pengaruh sugesti sosial. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan mendalam mengenai asal-usul istilah indigo, karakteristik yang dilekatkan pada anak indigo, pandangan ilmiah berdasarkan kajian psikologi, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fenomena indigo bukanlah ednitas supranatural yang terbukti secara empiris, melainkan konstruksi sosial yang terbentuk dari interaksi budaya, psikologi, sosial dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, pendekatan yang kritis dan objektif perlu digunakan agar fenomena indigo tidak menimbulkan stigma maupun ekspektasi berlebihan terhadap anak.
Tuna Daksa Bukan Hambatan Dari Keterbatasan Menjadi Kekuatan Pasaribu, Ruth Ari; Endiko Sadewa Ginting; Hary Eycal Ginting; Immanuel Hutagalung; Yan Indra Siregar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuna daksa merupakan salah satu bentuk hambatan fisik yang ditandai dengan kelainan, kerusakan, atau gangguan pada sistem gerak tubuh. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan mobilitas, namun bukan berarti menjadi penghalang mutlak bagi perkembangan individu. Artikel ini membahas bagaimana keterbatasan fisik dapat diubah menjadi kekuatan melalui faktor internal (motivasi, penerimaan diri, ketangguhan) dan faktor eksternal (dukungan keluarga, pendidikan inklusif, serta kebijakan pemerintah). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak tuna daksa di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang memadai mampu meningkatkan prestasi akademik, sosial, dan keterampilan penyandang tuna daksa. Dengan demikian, keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan pemicu lahirnya kekuatan baru
Belajar Dari Anak Tuna Grahita Menggali Potensi Dibalik Keterbatasan Dawolo, Dillon Amurisi; Eprain Sormin; Arkhan Fahlevi; Dion Michael Nainggolan; Yan Indra Siregar; Badin Sipahutar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4854

Abstract

Tuna grahita merupakan kondisi hambatan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak dengan tuna grahita menghadapi tantangan berupa kesulitan akademik, stigma sosial, dan keterbatasan kemandirian, tetapi mereka juga memiliki potensi dalam keterampilan praktis, seni, dan kemampuan sosial sederhana. Penelitian ini bertujuan menggali potensi anak tuna grahita melalui pendekatan kualitatif deskriptif di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rumah. Hasil menunjukkan bahwa meski menghadapi hambatan, anak tuna grahita masih bisa mengembangkan potensi melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dari melihat keterbatasan menjadi memberdayakan anak tuna grahita
Pengenalan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus Tunalaras (Emosional dan Perilaku) dalam Konteks Pendidikan Inklusif Pasaribu, Gabriel; Agustina Nababan; Joice Tabita Ginting; Yoseph Hardy Napitupulu; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4858

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengenal karakteristik anak berkebutuhan khusus tunalaras (gangguan emosional dan perilaku) dalam konteks pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunalaras menghadapi hambatan utama dalam regulasi emosi, kontrol perilaku, serta interaksi sosial yang memengaruhi proses belajar. Mereka sering menunjukkan perilaku impulsif, agresif, pasif, atau mudah marah, sehingga membutuhkan strategi pembelajaran adaptif. Pendekatan individual, penggunaan media visual, penguatan positif, serta pembelajaran berbasis aktivitas terbukti lebih efektif membantu anak berpartisipasi dalam kelas inklusif. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah yang kondusif dan penerimaan sosial sangat penting bagi perkembangan mereka. Pengenalan karakteristik anak tunarasa sejak dini membantu guru merancang strategi pembelajaran yang inklusif dan responsif. Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak hanya menjamin akses setara, tetapi juga mendukung perkembangan akademik dan sosial-emosional anak tunalaras
Perkembangan Kemampuan Berbahasa Pada Anak Autisme Kaloko, Imam Rahman; Daud Silalahi; Jonatan Purba; Fandi Ahmad Rambe; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4876

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk meneliti perkembangan berbahasa pada anak autisme. Proses yang dialami serta gejala-gejala yang timbul dalam berbahasa yang dapat menyebabkan gangguan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan melakukan wawancara kepada pemilik sekaligus terapis bagi anak penderita autisme. Hasil dari penelitian kemudian diamati, dianalisis dan diakhiri dengan kesimpulan. Ada beberapa faktor yang dapat dilakukan untuk meminimalisir gejala-gejala serta meningkatkan kemampuan berbahasa. Hal ini tentu harus dilakukannya kerjasama yang baik antara orang tua dan terapis.