Nurzakiah Hasan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SUPLEMENTASI VITAMIN A PADA IBU NIFAS, PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG Fadhilah Firda Khaerani; Abdul Salam; Nurzakiah Hasan; Irmayanti
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.44987

Abstract

Pendahuluan: Penyebab utama tingginya prevalensi diare berkaitan erat dengan masalah sanitasi, kurangnya kesadaran mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Keadaan bayi yang masih rentan terhadap penyakit di ikuti dengan kurangnya ibu nifas mengonsumsi sumber zat gizi yang cukup, membuat kualitas Air Susu Ibu (ASI) tidak optimal yang menyebabkan semakin tinggi resiko bayi terkena diare. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara suplementasi vitamin A pada ibu nifas, pemberian ASI eksklusif dan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sudiang, Kota Makassar. Metode: Desain observasional dengan pendekatan cross-sectional dan analisis statistik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Jumlah sampel 173 orang terdiri dari ibu nifas dan bayi usia 0-6 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner pada saat posyandu dan secara door to door. Untuk mengetahui hubungan dari masing-masing variabel, maka dilakukan analisis bivariat. Analisis yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil: Diare pada bayi 0-6 bulan, sebanyak 28 (16,2%). Ibu yang mendapatkan suplementasi vitamin A dari vitamin hamil yang dikonsumsi sebelum dan setelah melahirkan sebanyak 12 orang (6,9%). Bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif sebanyak 115 (66,5%). Ibu yang menerapkan perilaku CTPS, sebanyak 149 (86,1%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara suplementasi vitamin A dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan (p= 0,390). Terdapat hubungan yang positif antara Pemberian ASI ekslusif dan perilaku CTPS dengan kejadian diare pada bayi (0,000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara suplementasi vitamin A dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan. Bayi yang tidak diberi ASI eksklusif dan yang ibunya tidak menerapkan CTPS memiliki risiko diare lebih tinggi Kata Kunci: Diare, Vitamin A, ASI Ekslusif, Perilaku CTPS, Bayi
Factors Associated with Hemodialysis Patient Adherence at Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital Annisa Dwi Saputri; Andi Selvi Yusnitasari; Nurzakiah Hasan
Science Publication: Journal of Public Health and Nutrition Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : PT Yapindo Jaya Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64965/spjphn.v2i1.44

Abstract

Introduction: Non-adherence among patients with chronic kidney disease (CKD) undergoing hemodialysis has been reported to range from 10% to nearly 60% and may lead to acute and chronic complications, reduced quality of life, and increased mortality risk. Variations in previous findings indicate that factors influencing adherence require further investigation within specific local contexts. This study aimed to analyze factors associated with adherence among hemodialysis patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital, Makassar. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design and was conducted at the hemodialysis unit of Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital, Makassar, involving 103 patients selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews using validated questionnaires and review of medical records. Data were analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Committee of the Faculty of Public Health, Hasanuddin University (Approval Number: 3500/UN4.14.1/TP.01.02/2024). Results: The analysis showed significant associations between age (p=0.032), family support (p=0.025), and self-efficacy (p=0.025) with hemodialysis adherence. No significant associations were found between sex (p=0.447), education level (p=0.916), duration of hemodialysis (p=0.738), and anxiety level (p=0.738) with adherence. Self-efficacy was identified as the most strongly associated factor with patient adherence. Conclusion: Age, family support, and self-efficacy were significantly associated with hemodialysis adherence. These findings highlight the importance of psychosocial approaches, particularly strengthening self-efficacy and family support, in improving adherence among hemodialysis patients. Future research should employ longitudinal designs to better explore causal relationships.