Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Language Game Wittgenstein II dalam Praktik Bahasa Agama Da’i Millenial Koriah, Siti; Oktaviani, Tri Utami
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12633

Abstract

Da’i merupakan sebutan penceramah yang tugasnya menyampaikan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Biasanya seorang da’i merupakan seseorang yang telah lama menempuh pendidikan keagamaan. Dalam menyampaikan paham keagamaan, seorang da’i perlu untuk mempelajari tata bahasa sehingga dia dapat menyampaikan suatu paham keagamaan dengan pas sesuai kondisi masyarakatnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana tata bahasa yang digunakan oleh seorang da’i saat menyampaikan paham keagamaan tersebut serta meninjaunya dari teori permainan bahasa oleh Wittgenstein II. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara serta studi pustaka. Penelitian ini menghasilkan sebuah pemahaman dimana ternyata dalam menyampaikan paham keagamaan, seorang da’i tidak sembarangan dalam mengelola bahasanya, dia harus memahami situasi dan kondisi dimana dia berceramah, siapa yang menjadi pendengarnya, serta bagaimana kontekstualisasinya. Manfaat dari penelitian ini adalah agar para da’i di luar sana agar tetap memperhatikan bahasa yang digunakan agar paham keagamaan yang disampaikan tidak mengalami kesalahpemahaman ketika diterima oleh masyarakat.
Martabat Manusia dan Komodifikasi Diri: Melihat Fenomena Self-Branding di Media Sosial Melalui Mata Immanuel Kant Luqmansyah, Arlie; Oktaviani, Tri Utami
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4629

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara individu berinteraksi, berkomunikasi, dan membangun identitas diri, melalui proses yang dikenal sebagai self-branding. Fenomena ini memberikan peluang bagi individu untuk memperkenalkan diri, meningkatkan pengaruh sosial, serta meraih peluang ekonomi yang lebih besar. Namun, praktik ini juga menimbulkan tantangan etis yang signifikan, terutama dalam konteks komodifikasi identitas. Self-branding sering kali mengharuskan individu untuk menampilkan citra tertentu yang sesuai dengan tuntutan pasar atau audiens, sehingga menempatkan martabat dan otonomi individu pada posisi yang terpinggirkan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak etis dari self-branding di media sosial melalui perspektif etika Kantian, yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dan otonomi individu dalam konteks digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teks untuk menganalisis literatur yang relevan mengenai self-branding, kapitalisme digital, dan prinsip-prinsip etika Kantian. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun self-branding dapat meningkatkan karier dan memperluas jaringan profesional, ia juga berkontribusi pada komodifikasi identitas, di mana individu lebih dipandang sebagai objek yang dapat dimanipulasi untuk tujuan eksternal seperti popularitas dan pengakuan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip Kantian yang menyatakan bahwa individu harus diperlakukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri, bukan sebagai alat untuk tujuan eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang etika digital, dengan menyoroti implikasi moral dari self-branding dan menyarankan pendekatan yang lebih etis dalam membangun identitas digital yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menghormati martabat dan otonomi manusia.