Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan strategis dan budaya organisasi terhadap kinerja organisasi, serta peran transformasi digital sebagai variabel moderasi yang diposisikan sebagai moderator prediktor. Transformasi digital diduga tidak hanya memperkuat hubungan antara variabel independen dan kinerja organisasi, tetapi juga memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan adaptasi organisasi di era digital melalui kepemimpinan visioner, budaya kerja yang adaptif, dan adopsi teknologi strategis untuk meraih keunggulan kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner skala Likert dan teknik sampling sensus. Populasi penelitian adalah seluruh level manajerial yang berjumlah 68 orang di PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur di Kota Semarang. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM dengan bantuan software SmartPLS 4.0. Instrumen penelitian diuji melalui validitas dan reliabilitas menggunakan outer loading, AVE, dan composite reliability. Hasil penelitian menunjukkan Kepemimpinan Strategis (X1) dan Budaya Organisasi (X2) berpengaruh terhadap Kinerja Organisasi (Y) (β = 0,385) dan (β = 0,262). Transformasi Digital (Z) berpengaruh langsung terhadap Kinerja Organisasi (β = 0,211). Transformasi Digital memoderasi Budaya Organisasi terhadap Kinerja Organisasi dan bersifat menguatkan (β = 0,364). Namun disisi lainnya, Transformasi Digital tetap mampu memoderasi Kepemimpinan Strategis terhadap Kinerja Organisasi meskipun bersifat melemahkan (β = - 0,499). Hal tersebut menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara kepemimpinan dan arah digitalisasi dapat menurunkan efektivitas pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja organisasi. Temuan ini mendukung teori Resource-Based View (RBV) dengan menekankan pentingnya keselarasan antara sumber daya internal dan strategi digital organisasi.