Yesica Dwi April Yanti Sinaga
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH BULLYING TERHADAP KEMAMPUAN BERSOSIALISASI PADA PELAJAR Hanz Banurea; Sultan Iskandar Muda; Yesica Dwi April Yanti Sinaga
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan, baik pada tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bullying, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kemampuan bersosialisasi pada pelajar. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang pernah mengalami bullying pada jenjang pendidikan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang paling sering dialami adalah bullying verbal, seperti ejekan fisik, penghinaan, dan pemberian julukan yang merendahkan. Sebagian responden juga mengalami bullying sosial berupa pengucilan dalam pertemanan. Faktor penyebab bullying umumnya berasal dari perilaku teman sebaya, kurangnya pengawasan sekolah, serta budaya mengejek yang dianggap sebagai hal biasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Kelima responden berasal dari latar belakang pendidikan dan pengalaman sosial yang berbeda, namun seluruhnya pernah mengalami bullying pada jenjang SMP atau SMA, terutama dalam bentuk bullying verbal, seperti ejekan fisik, penghinaan karakter, dan pemberian julukan negatif. Beberapa responden juga mengalami bullying sosial berupa pengucilan dalam kelompok pertemanan dan perlakuan merendahkan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan karena tidak semua individu memiliki resiliensi yang sama. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah, orang tua, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat sistem dukungan dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari praktik bullying.