Penelitian ini mengkaji penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan pendekatan Total Quality Management (TQM) di SMAN 3 Siak Hulu sebagai upaya peningkatan mutu layanan pendidikan. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan sekolah untuk mengelola sumber daya secara mandiri, responsif, dan berbasis mutu dalam menghadapi tantangan kualitas pembelajaran yang masih belum konsisten. Kombinasi MBS dan TQM dipandang sebagai strategi relevan untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan, partisipatif, dan berorientasi pada kepuasan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo untuk memastikan keterlacakan data yang sistematis. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, siswa, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS dengan pendekatan TQM di SMAN 3 Siak Hulu telah berjalan, tetapi belum mencapai kategori optimal. Pada aspek fokus pelanggan, sekolah sudah berupaya meningkatkan layanan belajar, namun konseling, kegiatan ekstrakurikuler, dan respons terhadap masukan orang tua masih perlu diperkuat. Pada keterlibatan semua pihak, kolaborasi internal cukup baik, tetapi partisipasi guru, staf, dan orang tua belum merata. Perbaikan berkelanjutan masih bersifat formalitas karena tindak lanjut evaluasi tidak selalu konsisten. Kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan komitmen terhadap mutu, meski koordinasi dan pembinaan masih memerlukan penguatan. Aspek pengambilan keputusan berbasis data juga belum optimal karena sebagian kebijakan masih berbasis kebiasaan, bukan hasil analisis data akademik yang komprehensif. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, dukungan masyarakat, dan budaya kerja yang mulai terbentuk; sedangkan faktor penghambat mencakup pemahaman TQM yang belum merata, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan pelatihan, dan manajemen data yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi MBS–TQM dapat memperkuat tata kelola sekolah jika dijalankan secara konsisten melalui kolaborasi, evaluasi sistematis, dan inovasi berkelanjutan.