Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perubahan Paradigma Praktik Guru dalam Menghadapi Informasi Sejarah Palsu pada Media Sosial Rinno Ramadhana
Jurnal Ilmiah IPS dan Humaniora (JIIH) Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiih.v3i3.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif pergeseran paradigma (cara pandang) dan praktik pedagogis Guru Sejarah di Banyuwangi dalam merespons fenomena disinformasi sejarah (historical hoax) yang masif di media sosial. Era digital menempatkan guru dalam posisi dilematis: teknologi sebagai peluang sumber daya belajar dan ancaman penyebaran fakta palsu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Interpretatif dengan desain Studi Fenomenologis yang melibatkan 10 Guru Sejarah SMA/SMK di Banyuwangi yang aktif menggunakan media sosial dan teknologi dalam pengajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi praktik ajar digital, dan analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) digital. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga perubahan paradigma esensial: (1) Shifting Authority: Pergeseran guru dari otoritas tunggal fakta ke fasilitator literasi sumber; (2) Digital Defensiveness: Respon awal guru adalah sikap defensif (menghindari atau melarang penggunaan sumber digital), yang kemudian berevolusi menjadi integrasi kritis; dan (3) Pedagogy of Verification: Adopsi praktik ajar baru yang berfokus pada verifikasi sumber dan counter-narrative. Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi digital memaksa guru Sejarah untuk bertransformasi dari penyampai sejarah menjadi kurator konten kritis, namun keberlanjutan praktik ini terkendala oleh minimnya pelatihan dan beban kerja yang tinggi.