Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gaya Komunikasi Ayah dalam Mendorong Keterbukaan Anak Laki-Laki di Lingkungan Keluarga: (Studi Kasus di Kampung Pasir Haur Kabupaten Cianjur) Abdul Karim, M. Isal; Julianti, Sita Rosita; Anwari, Intan Maulidia; Nurohmat, Lilis; Sari Tresnoati, Widia
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gaya komunikasi ayah dalam mendorong keterbukaan anak laki-laki di lingkungan keluarga, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hal tersebut. Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus yang melibatkan tiga keluarga di Kampung Pasir Haur, Kabupaten Cianjur. Pemilihan subjek dilakukan dengan cermat berdasarkan usia anak dan partisipasi ayah dalam kegiatan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis data yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya berkomunikasi ayah yang tenang, penuh empati, dan perhatian dapat menciptakan rasa aman serta kepercayaan emosional pada anak, yang mendukung keterbukaan. Sebaliknya, gaya komunikasi yang otoriter dan bersifat evaluatif dapat menyebabkan jarak emosional dan menghalangi komunikasi yang efektif. Faktor budaya patriarki dan keterbatasan waktu diketahui menjadi hambatan utama dalam komunikasi di lingkungan keluarga pedesaan. Namun, terdapat tanda-tanda pergeseran menuju pola komunikasi yang lebih demokratis seiring dengan peningkatan pendidikan dan pengalaman sosial para ayah. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan studi komunikasi interpersonal dalam konteks keluarga, serta menyediakan rekomendasi praktis untuk ayah agar dapat membangun hubungan emosional yang hangat dan peka terhadap perubahan di masyarakat.
Gaya Komunikasi Ayah dalam Mendorong Keterbukaan Anak Laki-Laki di Lingkungan Keluarga: (Studi Kasus di Kampung Pasir Haur Kabupaten Cianjur) Abdul Karim, M. Isal; Julianti, Sita Rosita; Anwari, Intan Maulidia; Nurohmat, Lilis; Sari Tresnoati, Widia
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan gaya komunikasi ayah dalam mendorong keterbukaan anak laki-laki di lingkungan keluarga, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hal tersebut. Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus yang melibatkan tiga keluarga di Kampung Pasir Haur, Kabupaten Cianjur. Pemilihan subjek dilakukan dengan cermat berdasarkan usia anak dan partisipasi ayah dalam kegiatan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis data yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya berkomunikasi ayah yang tenang, penuh empati, dan perhatian dapat menciptakan rasa aman serta kepercayaan emosional pada anak, yang mendukung keterbukaan. Sebaliknya, gaya komunikasi yang otoriter dan bersifat evaluatif dapat menyebabkan jarak emosional dan menghalangi komunikasi yang efektif. Faktor budaya patriarki dan keterbatasan waktu diketahui menjadi hambatan utama dalam komunikasi di lingkungan keluarga pedesaan. Namun, terdapat tanda-tanda pergeseran menuju pola komunikasi yang lebih demokratis seiring dengan peningkatan pendidikan dan pengalaman sosial para ayah. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan studi komunikasi interpersonal dalam konteks keluarga, serta menyediakan rekomendasi praktis untuk ayah agar dapat membangun hubungan emosional yang hangat dan peka terhadap perubahan di masyarakat.