Amalia, Anindita Fikri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Budaya Jawa dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” Karya Wangsit Raditya Amalia, Anindita Fikri; Zahro, Arindita Fatkhiyatuz
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.1-11

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan proses digitalisasi yang ada dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya. Pada penelitian ini digunakan teori difusi inovasi, new media, dan digitalisasi. Adapun hasil yang ditemukan dari penelitian ini yaitu dalam proses perkembangannya, digitalisasi Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya merupakan sebuah upaya yang digunakan untuk melestarikan kehidupan budaya Jawa dengan berdasarkan pada tahap-tahap difusi inovasi. Adapun digitalisasi budaya yang tampak dalam Webtoon “Uniknya Orang Jawa” karya Wangsit Raditya dapat terlihat dari media online yang dijadikan “rumah” untuk menyebarkan atau yang menjadi inovasi dalam menyebarkan kebudayaan Jawa yang dituliskan dalam menyebarkan kebudayaan Jawa yang dituliskan dalam karyanya. 
From Despair to Faith: A Stylistic Exploration of Kierkegaard’s Existentialism in Sutardji Calzoum Bachri’s “Nuh” Amalia, Anindita Fikri; Nurjanah, Sindah Laili; Vina Uctuvia
Surakarta English and Literature Journal Volume 8, Number 2 (August 2025)
Publisher : University of Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/selju.v8i2.146

Abstract

This study uses stylistic analysis with a qualitative descriptive method to looking for the representation of the three stages of human existence based on Soren Kierkegaard's existential philosophy in the poem “Nuh” by Sutardji Calzoum Bachri. Poetry was chosen as the object of research because it has the power of spiritual symbolism and complex existential themes. The analysis focuses on how the physical structural elements of the poem such as diction, figurative language, and imagery show that Kierkegaard's three stages of existence that is aesthetic, ethical, and religious. The results of the study show that the depiction of despair, suffering, and darkness in the first stanza represents the emergence of the aesthetic stage. The repetition of the word /tanah/ (land) which symbolizes moral awareness and surrender represents the emergence of the ethical stage. The plea for a /puncak/ (peak) which depicts spiritual hope and total surrender to God show that the emergence of the religious stage. This poem recounts the poet’s spiritual experience and depicts a broad existential journey from despair to transformation. “Nuh” combines poetic language with philosophical depth to interpret existential allegories.