Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunitas Media Pondok Jatim, (MPJ) dalam menggunakan musik sebagai sound konten youtube perspektif UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta Mochammad Hesan
iltizamat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan musik sebagai sound dalam konten YouTube merupakan praktik yang semakin berkembang di era digital, termasuk di lingkungan komunitas kreator pesantren seperti Komunitas Media Pondok Jatim (MPJ). Fenomena ini tidak terlepas dari kebutuhan kreator untuk meningkatkan daya tarik visual dan emosional konten melalui musik. Namun, penggunaan musik berhak cipta seringkali dilakukan tanpa memperhatikan ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif MPJ dalam memanfaatkan musik untuk konten YouTube serta menganalisis tingkat kesadaran dan kepatuhan mereka terhadap aturan hak cipta, khususnya terkait hak moral dan hak ekonomi pencipta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada beberapa regional MPJ di wilayah Jember Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota MPJ masih menggunakan musik berhak cipta yang diambil dari platform digital tanpa izin pencipta atau lisensi resmi. Rendahnya literasi hukum, anggapan bahwa penggunaan untuk dakwah bersifat bebas, serta tidak adanya regulasi internal komunitas menjadi faktor utama terjadinya pelanggaran. Secara keseluruhan, penggunaan musik oleh MPJ belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Pasal 40 dan Pasal 113 UU Hak Cipta. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman hukum di kalangan kreator pesantren agar kreativitas digital tetap berjalan selaras dengan prinsip perlindungan hak kekayaan intelektual.
KONSTRUKSI INKLUSI SOSIAL BAGI KELOMPOK MINORITAS DALAM PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH KONTEMPORER DI INDONESIA Mochammad Hesan
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 01 (2025): Juli 2025
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/qolamuna.v11i01.2622

Abstract

Social inclusion of minority groups remains a critical issue in Indonesia’s plural society. This study aims to examine the construction of social inclusion for minority groups from the perspective of contemporary fiqh siyasah and its relevance to Indonesia’s constitutional and socio-political context. This research employs a qualitative approach using a normative-critical method through an extensive literature review of contemporary fiqh siyasah, maqāṣid al-sharī‘ah, public policy documents, and peer-reviewed scholarly works published within the last five years. Data were analyzed using content analysis and a normative-contextual approach. The findings indicate that the principles of justice (al-‘adl), equality (al-musāwah), and public interest (al-maṣlaḥah) within fiqh siyasah are substantively aligned with modern concepts of social inclusion. However, persistent social exclusion of minority groups in Indonesia is largely driven by limitations in contextual interpretation and implementation of Islamic political jurisprudence. Therefore, a reconstruction of fiqh siyasah grounded in maqāṣid al-sharī‘ah is essential to strengthen minority protection and promote inclusive public policies. This study concludes that contemporary fiqh siyasah can serve as a normative and ethical framework for fostering inclusive, just, and sustainable governance in Indonesia. Keywords: social inclusion; minority groups; fiqh siyasah; maqāṣid al-sharī‘ah; Indonesia