Perkembangan teknologi informasi mendorong sekolah untuk bertransformasi secara digital, terutama dalam meningkatkan literasi digital siswa sebagai kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan literasi digital siswa melalui pemanfaatan platform digital sosial di SMP Negeri 42 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dijalankan melalui empat tahap utama berdasarkan kerangka manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Pada tahap perencanaan, kepala sekolah menyusun kebijakan literasi digital melalui analisis kebutuhan, penentuan visi digital sekolah, serta penyusunan program berbasis platform digital sosial seperti WhatsApp, Instagram, YouTube, dan LMS sederhana. Pada tahap pengorganisasian, kepala sekolah membentuk struktur tim literasi digital, mendistribusikan tugas guru, serta membangun kolaborasi dengan orang tua dan siswa. Tahap pelaksanaan meliputi integrasi teknologi ke dalam pembelajaran, pelatihan guru, peningkatan keterlibatan siswa dalam produksi konten digital, serta pemanfaatan media sosial sebagai ruang pembelajaran. Pada tahap pengawasan, kepala sekolah melakukan monitoring berkala, evaluasi program, dan pemberian tindak lanjut melalui bimbingan teknis dan umpan balik. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi kepala sekolah berbasis platform digital sosial efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa apabila dijalankan secara kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi bagi sekolah lain dalam merancang strategi literasi digital pada era transformasi pendidikan 4.0.