Student absenteeism from school is one of the problems that can affect students' academic achievement and social development. The causative factors are diverse, including a lack of parental involvement in supporting children's education. In this context, Guidance and Counseling (BK) teachers play a crucial role in facilitating communication between schools and parents, especially when there is resistance to efforts to address disciplinary issues. This study aims to identify and analyze the strategies employed by BK teachers in addressing parental resistance related to the problem of student absenteeism at SMK Tujuh Lima 1, Purwokerto. The research method uses case studies with a qualitative approach. Data was collected through in-depth interviews with BK teachers as well as direct observations at schools. The results of the study showed that BK teachers implemented several strategies, including monitoring absences, engaging in intensive communication with parents, conducting home visits to gain a deeper understanding of students' conditions, and providing insight to BK teachers and schools on handling discipline issues. This strategy is expected to increase parental involvement in supporting children's education. Thus, a more conducive learning environment is created, where students feel supported both at school and at home. Ketidakhadiran siswa di sekolah merupakan salah satu masalah yang dapat memengaruhi prestasi akademik dan perkembangan sosial siswa. Faktor penyebabnya beragam, termasuk kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Dalam konteks ini, guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting untuk menjembatani komunikasi antara sekolah dan orang tua, terutama ketika terjadi resistensi terhadap upaya penanganan masalah kedisiplinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan oleh guru BK dalam menghadapi resistensi orang tua terkait masalah ketidakhadiran siswa di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru BK serta observasi langsung di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menerapkan beberapa strategi, antara lain pemantauan ketidakhadiran, komunikasi intensif dengan orang tua, pelaksanaan home visit untuk memahami kondisi siswa secara lebih mendalam, serta pemberian wawasan kepada guru BK dan pihak sekolah dalam menangani masalah kedisiplinan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Dengan demikian, tercipta lingkungan belajar yang lebih kondusif, di mana siswa merasa didukung baik di sekolah maupun di rumah.