Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KONSUMSI DAUN KACANG PANJANG TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN IBU HAMIL Sri Juliani; Nurrahmaton Nurrahmaton
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.5305

Abstract

Latar Belakang: Perubahan hemoglobin pada kehamilan terjadi secara siginifikan khususnya pada trimester II. Prevalensi anemia di Asia sebesar 48,2 % dan di Indonesia sebesar 37,1%. Anemia dapat menjadi potensial membahayakan ibu dan anak. Penanganan yang telah dilakukan oleh pemerintah dengan pemberian tablet Fe masih belum cukup, yang dikarenakan adanya keluhan dari tablet pada ibu hamil.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar Haemoglobin pada ibu hamil Trimester II dengan anemia di Klinik Pratama Anugerah Kota Binjai.Metode: Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan pretest postest control group design dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 16 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji analisis one sample t test.Hasil: Dari hasil penelitian dengan hasil uji statistik nilai Asym sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Klinik Pratama Anugerah Kota Binjai.Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara daun kacang panjang terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sehingga pencegahan terjadinya anemia.
Determinan Kesediaan Ibu dalam Pemasangan IUD Post Plasenta Sri Juliani; Dian Zuiatna; Nurrahmaton Nurrahmaton
Jurnal Bidan Komunitas Vol 6, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v6i1.5544

Abstract

Latar Belakang: Insersi IUD post-placenta memiliki angka ekspulsi rata-rata 13-16%, dan dapat hingga 9-12,5% jika dipasang oleh tenaga terlatih. Angka ekspulsi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan waktu pemasangan pada masa segera pasca-persalinan, yaitu 28-37%. Sayangnya, pemasangan IUD post-placenta belum terlalu banyak digunakan karena masih kurangnya sosialisasi mengenai hal ini dan masih adanya ketakutan pada calon akseptor mengenai terjadinya komplikasi seperti perforasi uterus, infeksi, perdarahan, dan nyeri. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui determinan  kesediaan ibu dalam pemasangan IUD post plasenta di Praktik Bidan Mandiri Henny Kasih Tahun 2021. Metode: Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang untuk memeriksakan kehamilannya sebanyak 38 orang. Sampel diambil dengan teknik total populasi yaitu 38 orang ibu hamil. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil: penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,006, ada hubungan persepsi dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,001, ada hubungan sikap dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,002 dan ada hubungan dukungan suami dengan kesediaan ibu untuk pemasangan IUD post plasenta dengan nilai p-value 0,003. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, persepsi, sikap dan dukungan suami dengan kesediaan ibu hamil untuk pemasangan IUD post plasenta.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBUHAMIL TRIMESTER 1 DAN 2 DI KLINIK SETIA BUDI BIDAN LISDA WATI Sri Juliani; Elvi Era Liesmayani; Noviwati Nanda Tanjung
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v7i2.3888

Abstract

Pregnancy is the most beautiful gift that many women dream of, a desired or uncertain pregnancy will be dispensed with, including the nausea and vomiting that pregnant women often feel. Nausea and vomiting in pregnant women is a physiological condition experienced by every first trimester pregnant woman when excessive nausea and vomiting (hypermesis) affects the mother and her fetus. World Health Organization (WHO) In 2016 almost 830 women die every day related to pregnancy and childbirth, 99% of all maternal deaths occur in developing countries. This study aims to determine the effectiveness of giving ginger boiled water in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the 1st and 2nd trimesters at the Setia Budi Bidan Lisda Wati Clinic in 2022. The design of this study was a Quasy Experiment with a One Group Pre Test – Post test Design. The population in this study were 10 people. The sampling technique used purposive sampling technique is a sample selection based on certain criteria as many as 10 people, the statistical test used is the t test. The data obtained were the pre-test before being given a value of 10 SD 1.581 while the post-test after being given N10 SD 1.955. from the results of the statistical test, namely the t test with a confidence level of 95%, it is known that the P-value = 0.000 <0.05. The conclusion in this study is the effectiveness of giving ginger boiled water in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the 1st and 2nd trimester at the Setia Budi Bidan Lisda Wati Medan clinic in 2022. It is suggested that the results of this study can be applied to reduce emesis in pregnant women in a natural way, namely drinking ginger decoction..
Upaya Meningkatkan Keberhasilan ASI Eksklusif dengan Edukasi Teknik Menyusui yang Benar Nurrahmaton Nurrahmaton; Dewi Sartika; Sri Juliani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2021): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i2.5543

Abstract

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Menyusui memberikan manfaat yang tidak terhingga pada bayi. Keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan terhadap waktu dan posisi yang tepat saat pemberian ASI. Menyusui merupakan proses alamiah, hampir semua ibu dapat menyusui bayinya tanpa bantuan dari orang lain. Namun kenyataannya tidak semua ibu dapat menyusui dengan teknik menyusui yang benar.  Proses pemberian ASI yang benar akan sangat mendukung berhasilnya pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif diharapkan mampu meningkatkan status gizi dan kesehatan bayi. Pemberian informasi maupun pendidikan kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan mpotivasi ibu dalam memberikan ASI dengan posisi yang benar sehingga mampu memberikan ASI saja tanpa campuran susu formula sehingga pemberian ASI eksklusif dapat terwujud dan meningkat. Tujuan dalam pengabdian ini mengharapkan ibu hamil memahami tentang tehnik menyusu yang benar, mengetahui tentang pengetahuan cara menyusui yang baik dan benar dan manfaat tehnik menyusui yang baik dan benar agar pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan. Manfaat dalam pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam bentuk pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dan dapat merubah perilaku ibu hamil tentang tehnik menyusu yang baik dan benar sehingga pemberian dan keberhasilan ASI eksklusif dapat terwujud. Metode dalam pengabdian ini menggunakan penyuluhan dan rencana pelaksanaan tanggal 28 Mei 2021 di Klink Pratama Sunartik Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal
PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI HAID (DISMENOREA) Novy Ramini harahap; Nurrahmaton -; Sri Juliani; Mira Sasmita
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v8i2.4349

Abstract

Introduction: Physical weakness, lack of mobility, and stress are among issues that women face with dysmenorrhea. Menstrual pain is frequently accompanied by nausea, dizziness, and weakness. According to WHO data from 2017, it was discovered that the global incidence of dysmenorrhea was more than 50% of women worldwide. Objective:The study aimed to see if administering tamarind turmeric drinkinging reduced dysmenorrhea in Lingkungan V, Sumber Karya Binjai Village in 2021. Method: This was a Pre-Experimental study using the One Group Pretest-Posttest Design method. Purposive sampling was used to gather a sample of 10 participants from a population of 25 teenagers who suffer menstrual discomfort during menstruation. The data was analyzed using univariate and bivariate analyses, as well as the paired t-test The Result: The results showed that from 10 respondents, a decrease in menstrual pain level before giving turmeric drinkinging was obtained, namely severe pain by 5 respondents (50.0%), a mean of 3.80 with a standard deviation of 0.919. Reduction in Menstrual Pain Scale After Administering Turmeric Tamarind, namely No Pain by 7 respondents (70.0%), the mean was 2.10 with a standard deviation of 0.568. The average score for relieving menstruation pain after consuming tamarind turmeric drinking was 5.50. This demonstrated after receiving the turmeric tamarind drinking, the respondents' Menstrual Pain level decreased. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.004<0.05.Conclusion: The results revealed that administering tamarind turmeric drinkings has an effect on lowering the menstrual pain scale (dysmenorrhea) in Ward V, Sumber Karya Binjai Village 2021. It is believed that young ladies would be able to use tamarind turmeric treatment to reduce the severity of period discomfort.
Pengaruh Pemberian Puding Sari Kacang Hijau Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Jitasari Tarigan Sibero; Sri Juliani; Siti Sarah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5650

Abstract

Puding sari kacang hijau adalah suatu olahan makanan dari kacang hijau yang didalamnya memiliki kandungan fitokimia yang sangat lengkap sehingga dapat memberikan efektifitas terhadap proses hematopoesis, dan zat-zat gizi yang diperlukan dalam proses sel darah merah sehingga bisa mengatasi terjadinya penurunan kadar hemoglobin pada anemia defesiensi zat besi bagi remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah-1 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (Quast Experiment) dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri dari kelas 7 dan kelas 8 di SMP Amanah-1 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan tahun 2024. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, sampel penelitian sebanyak 15 orang terdiri dari kelas 7 sebanyak 9 orang dan dari kelas 8 sebanyak 6 orang. Analisis data menggunakan data univariat dan bivariat dengan uji T sample berpasangan. Hasil Penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebelum tes adalah (9,92 g/dL) dan hasil setelah tes (10,06 g/dL), dengan selisih sebesar (1,14 g/dL). Berdasarkan hasil uji Paired sample T-test didapatkan nilai sig (0,000) <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh pemberian puding sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMP Amanah-1 Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Disarankan pada remaja putri agar dapat mengkonsumsi puding sari kacang hijau sebagai alternatif pengobatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin.